Selamat datang di modul Pola Struktur Keruangan Desa dan Kota, Interaksi Wilayah, serta Pusat Pertumbuhan Pembangunan pada TKA Geografi SMA/MA! Modul pamungkas ini mengintegrasikan struktur keruangan desa (linear, memusat, mengelilingi fasilitas, tersebar), struktur morfologi kota (Teori Konsentris Burgess, Sektoral Hoyt, Inti Berganda Harris-Ullman), tahapan perkembangan kota (Mumford: Eopolis hingga Nekropolis), teori interaksi spasial (Gravitasi Reilly, Titik Henti Carrothers, Indeks Konektivitas Kansky), serta hierarki pusat pertumbuhan (Central Place Christaller, Growth Pole Perroux) dan penataan ruang nasional (RTRWN).
1. Morfologi & Struktur Keruangan Kota
Teori Struktur Kota
- Konsentris (Burgess): Zona 1 CBD (pusat bisnis), Zona 2 Transisi, Zona 3 Permukiman buruh, Zona 4 Menengah, Zona 5 Penglaju (commuters).
- Sektoral (Hoyt): Pola pertumbuhan menyudut mengikuti jalur rute transportasi utama.
- Inti Berganda (Harris-Ullman): Tumbuh dari beberapa nukleus/pusat pertumbuhan independen (CBD, pelabuhan, kawasan industri).
Tahap Perkembangan Kota (Mumford)
- Eopolis → Polis → Metropolis → Megapolis → Tiranopolis → Nekropolis (kota mati/hancur).
2. Model Interaksi Keruangan & Pusat Pertumbuhan
Rumus Interaksi Kuantitatif
- Gravitasi Reilly: I_AB = k × (P_A × P_B) / (d_AB)^2.
- Titik Henti (Breaking Point / Carrothers): D_AB = d_AB / (1 + √(P_A / P_B)) di mana P_A > P_B. Menentukan batas pengaruh pasar dari kota berpenduduk lebih kecil.
- Indeks Konektivitas (Kansky): β = e / v (jumlah jaringan jalan / jumlah simpul kota).
Teori Tempat Sentral (Christaller)
- Konsep Range (jangkauan jarak) dan Threshold (ambang batas populasi minimum).
- Hierarki K=3 (asas pasar optimal), K=4 (asas transportasi/lalu lintas), K=7 (asas administrasi pemerintahan).