Selamat datang di modul Konsep Dasar Ilmu Sejarah, Metode Penelitian Sejarah, Historiografi, dan Kehidupan Manusia Praaksara di Indonesia pada TKA Sejarah SMA/MA! Modul ini mendalami konsep berpikir diakronik (kronologis) dan sinkronik, konsep ruang dan waktu, kausalitas sejarah (monokausalitas vs multikausalitas), tahapan metodologi sejarah (heuristik, kritik sumber intern-ekstern, interpretasi sintesis-analisis, historiografi), perkembangan historiografi (tradisional, kolonial, nasional/Indonesia-sentris), fosil manusia purba nusantara (Meganthropus, Pithecanthropus, Homo), serta kebudayaan Paleolitikum hingga Logam.
1. Berpikir Sejarah & Metodologi Penelitian
Diakronik vs Sinkronik
- Diakronik (Kronologis): Memanjang dalam waktu, menyempit dalam ruang (mempelajari dinamika perkembangan peristiwa secara berkesinambungan).
- Sinkronik: Meluas dalam ruang, menyempit dalam waktu (menganalisis struktur sosial-politik-ekonomi secara mendalam pada kurun waktu tertentu).
Tahap Penelitian Sejarah
- 1. Heuristik: Pengumpulan jejak dan sumber sejarah (primer vs sekunder).
- 2. Verifikasi (Kritik): Kritik ekstern (keaslian/otentisitas fisik) & kritik intern (kredibilitas isi fakta).
- 3. Interpretasi: Penafsiran makna fakta sejarah.
- 4. Historiografi: Penulisan kisah sejarah ilmiah.
2. Historiografi & Praaksara Indonesia
Corak Historiografi
- Tradisional: Istana-sentris, magis-religius, legitimasi kekuasaan raja.
- Kolonial: Belanda-sentris/Eropa-sentris, membenarkan penjajahan VOC/Hindia Belanda.
- Nasional: Indonesia-sentris, menempatkan bangsa Indonesia sebagai subjek sentral sejarah.
Zaman Praaksara Nusantara
- Pithecanthropus erectus (Trinil, Dubois) & Meganthropus paleojavanicus (Sangiran, von Koenigswald).
- Kebudayaan Pacitan (kapak perimbas) & Ngandong (alat tulang/tanduk).
- Zaman Megalitikum: Menhir, dolmen, sarkofagus, punden berundak.