Selamat datang di modul Hakikat Sosiologi, Interaksi Sosial, Nilai dan Norma, serta Sosialisasi dan Perilaku Menyimpang pada TKA Sosiologi SMA/MA! Modul ini mendalami ciri keilmuan sosiologi (empiris, teoritis, kumulatif, non-etis), syarat dan bentuk interaksi sosial (asosiatif: kerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasi; dan disosiatif: persaingan, kontravensi, konflik), sistem nilai dan norma sosial, tahapan sosialisasi (Mead: preparatory, play stage, game stage, generalized other), agen sosialisasi, serta teori perilaku menyimpang (anomie Merton, labelling Lemert, differential association Sutherland) dan pengendalian sosial.
1. Hakikat Sosiologi & Interaksi Sosial
4 Karakteristik Sosiologi
- Empiris: Berdasarkan observasi kenyataan akal sehat di masyarakat, bukan spekulatif.
- Teoritis: Menyusun abstraksi dari hasil observasi menjadi teori logis sebab-akibat.
- Kumulatif: Teori dibangun, diperbaiki, dan diperluas dari teori yang telah ada.
- Non-Etis: Tidak menilai baik-buruknya fakta sosial, melainkan menjelaskan fakta secara ilmiah analitis.
Interaksi Sosial Asosiatif
- Syarat: Kontak Sosial (primer/sekunder) dan Komunikasi.
- Kerja Sama: Bargaining, kooptasi, koalisi, joint venture.
- Akomodasi: Kompromi, arbitrase (pihak ketiga mengikat), mediasi (pihak ketiga netral penasihat), konsiliasi, ajudikasi (pengadilan).
2. Sosialisasi, Norma & Perilaku Menyimpang
Tahap Sosialisasi G.H. Mead
- Preparatory stage (meniru tanpa makna).
- Play stage (meniru peran orang lain dengan kesadaran).
- Game stage (mengetahui peran diri dan peran orang lain dalam aturan).
- Generalized other (menerima norma masyarakat luas secara mandiri).
Teori Penyimpangan Sosial
- Anomi (Robert K. Merton): Konformitas, Inovasi, Ritualisme, Retretisme, Pemberontakan (Rebellion).
- Labelling (Edwin Lemert): Penyimpangan primer & penyimpangan sekunder akibat cap negatif masyarakat.
- Differential Association (Sutherland): Penyimpangan dipelajari dari pergaulan kelompok subkultur menyimpang.