Nata Soal
TKA SMK/MAK Bahasa Indonesia Interaktif

Teks Prosedur Kompleks dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Industri – Materi & Latihan TKA Bahasa Indonesia SMK/MAK

Menganalisis teks instruksi kerja, SOP industri manufaktur/jasa, bahasa regulatif teknis, dan protokol keselamatan K3LH kejuruan SMK/MAK.

Tujuan Pembelajaran
  • Mengidentifikasi struktur dan fungsi teks SOP/instruksi kerja industri.
  • Menganalisis penggunaan kalimat imperatif, konjungsi temporal, dan keterangan teknis presisi.
  • Mengevaluasi kesesuaian langkah kerja dengan protokol keselamatan K3LH dan jaminan mutu industri.
  • Menyelesaikan problem troubleshooting operasional dan mengidentifikasi pelanggaran SOP di lingkungan kerja.

Materi & Pembahasan Konsep

TKA SMK/MAK

Selamat datang di modul Teks Prosedur Kompleks dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Industri untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMK/MAK! Dalam lingkungan kerja industri dan dunia usaha (DUDI), SOP serta instruksi kerja (IK) merupakan panduan baku yang wajib dipahami dan dieksekusi secara presisi guna menjamin mutu produk, keselamatan kerja (K3LH), dan efisiensi operasional.

1. Anatomi & Kaidah Teks SOP Industri

Tujuan & Ruang Lingkup

Menetapkan sasaran spesifik penerapan prosedur dan batasan divisi, stasiun kerja, atau unit peralatan yang terkait.

Alat Pelindung Diri (APD) & K3

Daftar perlengkapan keselamatan wajib serta identifikasi potensi bahaya (HAZOP) sebelum memulai pekerjaan teknis.

Langkah Kerja Kronologis

Urutan instruksional logis, terukur, dan tidak ambigu, dilengkapi kriteria verifikasi hasil setiap tahapan.

Kontinjensi & Pelaporan

Protokol mitigasi darurat saat terjadi malfungsi alat, insiden kecelakaan, serta pengisian logbook kerja.

Ciri Kebahasaan Teks Instruksional & SOP
  • Kalimat Imperatif (Perintah Tegas): Menggunakan kata kerja imperatif aktif (pastikan, hubungkan, kalibrasikan, tekan, amati).
  • Konjungsi Temporal / Sekuensial: Menyatakan urutan kronologis presisi (sebelum, kemudian, selanjutnya, setelah nilai stabil).
  • Keterangan Cara dan Kuantitas Presisi: Memberikan batasan toleransi parameter (putar searah jarum jam sejauh 90 derajat, tahan selama 5 detik, toleransi +/- 0,02 mm).
  • Penggunaan Kata Teknis Spesifik (Jargon Industri): Istilah standar teknis sesuai kompetensi keahlian bengkel/lab.

2. Visualisasi Alur Kerja Prosedural (Flowchart SOP)

1. Cek K3 & Pakai APD
2. Kalibrasi Alat
3. Eksekusi Kerja
4. QC / Toleransi
5. Logbook & 5R

Bagan hierarki alur operasional baku industri kejuruan dari persiapan, toleransi verifikasi, hingga housekeeping 5R.

Referensi: Kerangka Asesmen TKA Kemendikdasmen / Pusmendik (Domain Literasi Teks Prosedural Kejuruan SMK/MAK)
Simulasi CBT

Latihan Interaktif (18 Soal)

Penilaian aman & otomatis
Cek Pemahaman
3 Soal
Soal 1 Pilihan Ganda mudah
10 Poin
Tujuan utama penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan industri kejuruan adalah ...
Soal 2 Pilihan Ganda mudah
10 Poin
Kalimat instruksi kerja berikut yang menggunakan ragam bahasa imperatif lugas dan presisi adalah ...
Soal 3 Pilihan Ganda Kompleks mudah
10 Poin
Pilihlah DUA ciri kebahasaan yang wajib ada dalam teks petunjuk kerja teknis (instruksi kerja)!
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Latihan TKA
10 Soal
Soal 4 Pilihan Ganda mudah
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.

2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).

3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Berdasarkan SOP Mesin Bubut CNC, alasan utama operator dilarang mengenakan sarung tangan kain saat spindle berputar adalah ...
Soal 5 Pilihan Ganda sedang
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.

2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).

3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Tindakan awal yang wajib diverifikasi operator sebelum menekan tombol EMERGENCY RELEASE pada mesin CNC adalah ...
Soal 6 Pilihan Ganda sedang
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.

2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).

3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Jika saat proses pemotongan berlangsung terdengar getaran abnormal (chatter) disertai asap pekat pada spindle mesin, tindakan kontinjensi yang harus segera dilakukan adalah ...
Soal 7 Pilihan Ganda sedang
10 Poin
IK-LAB-018: Instruksi Kerja Kalibrasi Pipet Otomatis dan Neraca Analitik
1. KETENTUAN UMUM PENGUJIAN:
Kalibrasi internal neraca analitik sensitivitas 0,0001 g dan mikropipet variabel (100–1000 uL) wajib dilakukan setiap pagi sebelum siklus pengujian sampel kimia/farmasi dimulai. Pengujian dilakukan di ruangan ber-AC dengan suhu stabil 20 +/- 2 derajat Celsius dan kelembapan udara maksimal 60%.

2. PROSEDUR KALIBRASI NERACA ANALITIK:
a. Bersihkan piringan timbang (pan) dari debu menggunakan kuas halus antistatis secara perlahan dari bagian dalam ke luar.
b. Periksa waterpass di bagian belakang alat; pastikan gelembung udara berada tepat di tengah lingkaran merah.
c. Nyalakan neraca minimal 30 menit sebelum penimbangan (tahap warm-up sirkuit elektronik).
d. Letakkan anak timbang standar bersertifikat (bobot 100,0000 g) menggunakan pinset khusus berlapis teflon (dilarang menyentuh anak timbang dengan jari telanjang).
e. Catat angka penunjukan pada display. Jika deviasi melebihi toleransi +/- 0,0005 g, lakukan kalibrasi otomatis (Auto-Cal) internal. Apabila masih gagal, tempelkan label 'OUT OF CALIBRATION - JANGAN DIGUNAKAN' dan buat Berita Acara Kalibrasi ke Unit Penjaminan Mutu (QA).
Sumber: SOP Pengendalian Kualitas Laboratorium Pengujian Kimia Analitik
Berdasarkan instruksi kerja laboratorium, perlakuan yang benar terhadap anak timbang standar 100,0000 g saat kalibrasi neraca analitik adalah ...
Soal 8 Pilihan Ganda sedang
10 Poin
IK-LAB-018: Instruksi Kerja Kalibrasi Pipet Otomatis dan Neraca Analitik
1. KETENTUAN UMUM PENGUJIAN:
Kalibrasi internal neraca analitik sensitivitas 0,0001 g dan mikropipet variabel (100–1000 uL) wajib dilakukan setiap pagi sebelum siklus pengujian sampel kimia/farmasi dimulai. Pengujian dilakukan di ruangan ber-AC dengan suhu stabil 20 +/- 2 derajat Celsius dan kelembapan udara maksimal 60%.

2. PROSEDUR KALIBRASI NERACA ANALITIK:
a. Bersihkan piringan timbang (pan) dari debu menggunakan kuas halus antistatis secara perlahan dari bagian dalam ke luar.
b. Periksa waterpass di bagian belakang alat; pastikan gelembung udara berada tepat di tengah lingkaran merah.
c. Nyalakan neraca minimal 30 menit sebelum penimbangan (tahap warm-up sirkuit elektronik).
d. Letakkan anak timbang standar bersertifikat (bobot 100,0000 g) menggunakan pinset khusus berlapis teflon (dilarang menyentuh anak timbang dengan jari telanjang).
e. Catat angka penunjukan pada display. Jika deviasi melebihi toleransi +/- 0,0005 g, lakukan kalibrasi otomatis (Auto-Cal) internal. Apabila masih gagal, tempelkan label 'OUT OF CALIBRATION - JANGAN DIGUNAKAN' dan buat Berita Acara Kalibrasi ke Unit Penjaminan Mutu (QA).
Sumber: SOP Pengendalian Kualitas Laboratorium Pengujian Kimia Analitik
Tindakan yang wajib diambil apabila hasil kalibrasi neraca analitik tetap melampaui batas toleransi deviasi (+/- 0,0005 g) meskipun telah dilakukan Auto-Cal internal adalah ...
Soal 9 Pilihan Ganda mudah
10 Poin
Perhatikan kalimat prosedur: "Sebelum menyalakan sakelar kompresor, [ ... ] baut pembuangan air kondensasi pada bagian bawah tangki udara dibuka untuk mengeluarkan endapan air." Kata imperatif yang paling tepat melengkapi kalimat rumpang tersebut adalah ...
Soal 10 Pilihan Ganda sedang
10 Poin
Perhatikan urutan instruksi kerja berikut:
(1) Kencangkan baut pengikat ragum.
(2) Periksa kelurusan ragum dengan dial indicator.
(3) Pasang ragum pada meja kerja mesin frais.
(4) Bersihkan permukaan meja kerja dari tatal/beram besi.
Urutan langkah kerja yang benar dan logis dalam pemasangan ragum mesin adalah ...
Soal 11 Pilihan Ganda Kompleks sedang
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.

2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).

3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Berdasarkan teks SOP Mesin Bubut CNC, pilihlah DUA kelengkapan APD keselamatan kerja yang wajib dikenakan operator!
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 12 Pilihan Ganda Kompleks sedang
10 Poin
IK-LAB-018: Instruksi Kerja Kalibrasi Pipet Otomatis dan Neraca Analitik
1. KETENTUAN UMUM PENGUJIAN:
Kalibrasi internal neraca analitik sensitivitas 0,0001 g dan mikropipet variabel (100–1000 uL) wajib dilakukan setiap pagi sebelum siklus pengujian sampel kimia/farmasi dimulai. Pengujian dilakukan di ruangan ber-AC dengan suhu stabil 20 +/- 2 derajat Celsius dan kelembapan udara maksimal 60%.

2. PROSEDUR KALIBRASI NERACA ANALITIK:
a. Bersihkan piringan timbang (pan) dari debu menggunakan kuas halus antistatis secara perlahan dari bagian dalam ke luar.
b. Periksa waterpass di bagian belakang alat; pastikan gelembung udara berada tepat di tengah lingkaran merah.
c. Nyalakan neraca minimal 30 menit sebelum penimbangan (tahap warm-up sirkuit elektronik).
d. Letakkan anak timbang standar bersertifikat (bobot 100,0000 g) menggunakan pinset khusus berlapis teflon (dilarang menyentuh anak timbang dengan jari telanjang).
e. Catat angka penunjukan pada display. Jika deviasi melebihi toleransi +/- 0,0005 g, lakukan kalibrasi otomatis (Auto-Cal) internal. Apabila masih gagal, tempelkan label 'OUT OF CALIBRATION - JANGAN DIGUNAKAN' dan buat Berita Acara Kalibrasi ke Unit Penjaminan Mutu (QA).
Sumber: SOP Pengendalian Kualitas Laboratorium Pengujian Kimia Analitik
Berdasarkan teks petunjuk kalibrasi laboratorium, pilihlah DUA syarat kondisi lingkungan ruangan pengujian yang harus dipenuhi!
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 13 Benar / Salah sedang
10 Poin
Tentukan Benar atau Salah prinsip penyusunan dan penerapan teks SOP industri berikut!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Setiap tahapan kerja dalam SOP disusun secara kronologis dengan kriteria keberhasilan yang terukur.
Operator diperbolehkan mengabaikan prosedur K3 apabila dikejar tenggat waktu pesanan pelanggan.
Pencantuman besaran batas toleransi ukuran (seperti torsi 65 Nm atau deviasi 0,01 mm) bertujuan mencegah kesalahan interpretasi subjektif.
Tantangan Penalaran
5 Soal
Soal 14 Pilihan Ganda sulit
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.

2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).

3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Seorang teknisi CNC mengabaikan langkah Dry Run (uji lintasan pahat tanpa pemotongan) dengan alasan program G-code sudah pernah dipakai minggu lalu. Risiko paling berbahaya yang berpotensi terjadi akibat kelalaian tersebut adalah ...
Soal 15 Pilihan Ganda sulit
10 Poin
IK-LAB-018: Instruksi Kerja Kalibrasi Pipet Otomatis dan Neraca Analitik
1. KETENTUAN UMUM PENGUJIAN:
Kalibrasi internal neraca analitik sensitivitas 0,0001 g dan mikropipet variabel (100–1000 uL) wajib dilakukan setiap pagi sebelum siklus pengujian sampel kimia/farmasi dimulai. Pengujian dilakukan di ruangan ber-AC dengan suhu stabil 20 +/- 2 derajat Celsius dan kelembapan udara maksimal 60%.

2. PROSEDUR KALIBRASI NERACA ANALITIK:
a. Bersihkan piringan timbang (pan) dari debu menggunakan kuas halus antistatis secara perlahan dari bagian dalam ke luar.
b. Periksa waterpass di bagian belakang alat; pastikan gelembung udara berada tepat di tengah lingkaran merah.
c. Nyalakan neraca minimal 30 menit sebelum penimbangan (tahap warm-up sirkuit elektronik).
d. Letakkan anak timbang standar bersertifikat (bobot 100,0000 g) menggunakan pinset khusus berlapis teflon (dilarang menyentuh anak timbang dengan jari telanjang).
e. Catat angka penunjukan pada display. Jika deviasi melebihi toleransi +/- 0,0005 g, lakukan kalibrasi otomatis (Auto-Cal) internal. Apabila masih gagal, tempelkan label 'OUT OF CALIBRATION - JANGAN DIGUNAKAN' dan buat Berita Acara Kalibrasi ke Unit Penjaminan Mutu (QA).
Sumber: SOP Pengendalian Kualitas Laboratorium Pengujian Kimia Analitik
Mengapa analis laboratorium dilarang menyentuh anak timbang standar dengan jari telanjang saat proses kalibrasi?
Soal 16 Pilihan Ganda Kompleks sulit
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.

2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).

3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Berdasarkan teks SOP CNC, pilihlah DUA konsekuensi langsung jika operator tidak menyemprotkan cairan pendingin (coolant) tepat ke ujung kontak pahat potong!
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 17 Pilihan Ganda Kompleks sulit
10 Poin
Dalam manajemen pemeliharaan fasilitas industri (Total Productive Maintenance), pilihlah DUA manfaat penerapan budaya kerja 5R/5S (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) setelah pelaksanaan SOP!
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 18 Benar / Salah sulit
10 Poin
Tentukan Benar atau Salah simpulan evaluatif terhadap kepatuhan SOP industri berikut!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Pencatatan riwayat pemeliharaan pada logbook alat penting untuk penelusuran mutu (traceability) saat terjadi klaim cacat produk.
Operator junior berwenang mengubah urutan langkah SOP tanpa izin tertulis dari departemen Engineering.
Prosedur tanggap darurat (kontinjensi) pada SOP bertujuan mencegah meluasnya kerusakan alat dan melindungi keselamatan jiwa pekerja.
Sudah Selesai Mengerjakan?

Pastikan semua soal telah kamu jawab sebelum melihat skor dan pembahasan.

Nomor Soal
0 / 18
• Belum • Terjawab • Ragu
Ke Atas Soal
Tes Kemampuan Akademik SMK/MAK • Bahasa Indonesia Gratis & Otomatis