Soal 4
Pilihan Ganda
mudah
Ragu-ragu
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.
2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).
3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Berdasarkan SOP Mesin Bubut CNC, alasan utama operator dilarang mengenakan sarung tangan kain saat spindle berputar adalah ...
A
Menghindari risiko serat sarung tangan tersangkut atau tergulung putaran spindle yang berakibat cedera terjepit fatal
B
Mencegah sarung tangan basah terkena cipratan air pendingin coolant
C
Supaya sidik jari operator dapat terekam pada tombol panel kontrol mesin
D
Menghemat pengeluaran anggaran pembelian perlengkapan APD bengkel
Soal 5
Pilihan Ganda
sedang
Ragu-ragu
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.
2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).
3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Tindakan awal yang wajib diverifikasi operator sebelum menekan tombol EMERGENCY RELEASE pada mesin CNC adalah ...
A
Memastikan sakelar utama menyala dan level oli hidrolik berada di antara garis batas MIN dan MAX
B
Langsung memasukkan program G-code ke dalam sistem kontrol
C
Memasang benda kerja pada chuck ragum dengan tangan kosong
D
Menghubungi manajer pemasaran pabrik untuk meminta persetujuan desain
Soal 6
Pilihan Ganda
sedang
Ragu-ragu
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.
2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).
3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Jika saat proses pemotongan berlangsung terdengar getaran abnormal (chatter) disertai asap pekat pada spindle mesin, tindakan kontinjensi yang harus segera dilakukan adalah ...
A
Menekan tombol EMERGENCY STOP seketika dan melaporkan malfungsi kepada supervisor
B
Menaikkan laju putaran spindle ke tingkat kecepatan maksimal
C
Membuka penutup pelindung kabin mesin dan menyiramnya dengan air biasa
D
Meninggalkan mesin yang menyala dan langsung pulang ke rumah
Soal 11
Pilihan Ganda Kompleks
sedang
Ragu-ragu
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.
2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).
3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Berdasarkan teks SOP Mesin Bubut CNC, pilihlah DUA kelengkapan APD keselamatan kerja yang wajib dikenakan operator!
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
A. Kacamata pelindung (safety goggles)
B. Sepatu keselamatan kerja berkepala baja (safety shoes)
C. Sarung tangan kain tebal berbulu
D. Kalung perhiasan panjang yang menjuntai keluar baju
Soal 13
Benar / Salah
sedang
Ragu-ragu
10 Poin
Tentukan Benar atau Salah prinsip penyusunan dan penerapan teks SOP industri berikut!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Tantangan Penalaran
5 Soal
Soal 14
Pilihan Ganda
sulit
Ragu-ragu
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.
2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).
3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Seorang teknisi CNC mengabaikan langkah Dry Run (uji lintasan pahat tanpa pemotongan) dengan alasan program G-code sudah pernah dipakai minggu lalu. Risiko paling berbahaya yang berpotensi terjadi akibat kelalaian tersebut adalah ...
A
Terjadi benturan keras (crash) antara pahat potong dengan chuck/ragum yang merusak spindle mesin bernilai mahal
B
Warna cat penutup kabin mesin akan memudar lebih cepat
C
Pintu kabin mesin tidak dapat dikunci secara manual
D
Tagihan listrik bengkel otomatis mengalami lonjakan drastis
Soal 16
Pilihan Ganda Kompleks
sulit
Ragu-ragu
10 Poin
SOP-PROD-042: Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan Harian Mesin Bubut CNC
1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP:
Prosedur ini menetapkan tata cara baku pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling/Lathe di Divisi Permesinan Presisi guna mencegah kerusakan spindle dan menjamin toleransi dimensi produk akhir sesuai gambar kerja standar ISO 2768-m.
2. KESELAMATAN KERJA (K3LH):
a. Operator wajib mengenakan kacamata pelindung (safety goggles), sepatu keselamatan (safety shoes), dan pakaian kerja pas badan (wearpack tanpa bagian menjuntai).
b. Dilarang keras mengenakan sarung tangan kain atau perhiasan tangan saat spindle mesin dalam kondisi berputar guna menghindari risiko tersangkut (terjepit mekanis).
3. INSTRUKSI LANGKAH KERJA:
a. Pastikan sakelar utama (main breaker) dinyalakan dan periksa level oli pelumas hidrolik pada indikator tabung berada di antara garis MIN dan MAX.
b. Tekan tombol EMERGENCY RELEASE, lalu lakukan prosedur ZERO RETURN pada ketiga sumbu (X, Y, Z) secara berurutan.
c. Pasang benda kerja pada chuck ragum pneumatik, kencangkan dengan torsi terukur 65 Nm, lalu lakukan pengukuran datum awal menggunakan dial indicator dengan batas deviasi maksimal 0,01 mm.
d. Muat program G-code melalui flash disk industri terenkripsi, lakukan uji lintasan tanpa pemotongan (Dry Run), dan pastikan aliran cairan pendingin (coolant) mengalir tepat pada ujung pahat potong.
e. Jika terdengar getaran abnormal (chatter vibration) atau timbul asap pekat pada spindle, segera tekan tombol EMERGENCY STOP dan laporkan kepada supervisor lantai kerja.
Sumber: Manual Mutu PT Manufaktur Komponen Presisi Indonesia
Berdasarkan teks SOP CNC, pilihlah DUA konsekuensi langsung jika operator tidak menyemprotkan cairan pendingin (coolant) tepat ke ujung kontak pahat potong!
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
A. Suhu ujung pahat meningkat drastis (overheating) yang mempercepat keausan dan patahnya pahat potong
B. Permukaan benda kerja mengalami cacat deformasi termal dan kekasaran permukaan melampaui toleransi
C. Program G-code di memori komputer mesin akan terhapus dengan sendirinya
D. Lampu penerangan di dalam kabin mesin otomatis mati seketika
Soal 18
Benar / Salah
sulit
Ragu-ragu
10 Poin
Tentukan Benar atau Salah simpulan evaluatif terhadap kepatuhan SOP industri berikut!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Sudah Selesai Mengerjakan?
Pastikan semua soal telah kamu jawab sebelum melihat skor dan pembahasan.
Selesaikan Latihan