Nata Soal
TKA SMK/MAK Kimia Analisis Interaktif

Analisis Gravimetri, Titrimetri (Asam-Basa, Redoks, Kompleksometri, Argentometri), dan K3 Laboratorium – Materi & Latihan TKA Kimia Analisis SMK/MAK

Prinsip gravimetri pengendapan (faktor gravimetri, penimbangan konstan, pengabuan); titrimetri volumetri (asidimetri-alkalimetri, titrasi permanganometri, iodometri/iodimetri, kompleksometri EDTA, argentometri Mohr/Volhard/Fajans); larutan standar primer vs sekunder; pembuatan larutan dan pengenceran; K3 laboratorium kimia (MSDS, APD, penanganan tumpahan asam/basa pekat, pembuangan limbah B3).

Tujuan Pembelajaran
  • Menghitung kadar analit menggunakan prinsip gravimetri pengendapan dan faktor gravimetri.
  • Melakukan stoikiometri titrimetri (asidimetri-alkalimetri, titrasi redoks permanganometri/iodometri, kompleksometri EDTA kesadahan air, argentometri).
  • Menerapkan protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium kimia, pemahaman Material Safety Data Sheet (MSDS), dan penanganan limbah B3.

Materi & Pembahasan Konsep

TKA SMK/MAK

Selamat datang di modul Analisis Gravimetri, Titrimetri, dan K3 Laboratorium Kimia pada mata pelajaran Kimia Analisis SMK/MAK!

1. Analisis Gravimetri & Titrimetri Volumetri

  • Gravimetri Pengendapan: Kadar Analit = [(Berat Endapan Konstan x Faktor Gravimetri) / Berat Sampel] x 100%. Faktor Gravimetri (FG) = (Ar atau Mr Analit yang dicari) / (Mr Endapan yang ditimbang) x (rasio stoikiometri).
  • Titrimetri Volumetri:
    • Asidi-Alkalimetri: Reaksi netralisasi H+ + OH- -> H2O dengan indikator PP (fenolftalein) atau metil jingga.
    • Permanganometri: Titrasi redoks menggunakan KMnO4 sebagai oksidator kuat dan auto-indikator dalam suasana asam encer (H2SO4).
    • Kompleksometri EDTA: Pembentukan senyawa kompleks kelat stabil antara ion logam (Ca2+, Mg2+) dengan ligan Na2EDTA pada pH 10 buffer salmiak menggunakan indikator EBT (Eriochrome Black T).
    • Argentometri: Titrasi pengendapan Ag+ + Cl- -> AgCl (putih). Metode Mohr (indikator K2CrO4, endapan merah bata Ag2CrO4), Metode Volhard (titrasi balik dengan KSCN dalam suasana asam), Metode Fajans (indikator adsorpsi fluorescein).

2. K3 Laboratorium Kimia

  • Bekerja dengan asam/pelarut pekat yang mengeluarkan uap beracun wajib dilakukan di dalam Lemari Asam (Fume Hood). Limbah logam berat dan pelarut organik wajib dipisahkan ke wadah jeriken limbah B3 terpisah.
Referensi: Kerangka Standar Asesmen TKA Pusmendik Kemendikdasmen RI
Simulasi CBT

Latihan Interaktif (18 Soal)

Penilaian aman & otomatis
Cek Pemahaman
3 Soal
Soal 1 Pilihan Ganda mudah
5 Poin
Pada titrasi asidi-alkalimetri, titik akhir titrasi yang menggunakan indikator asam-basa fenolftalein (PP) ditandai dengan terjadinya perubahan warna larutan dari:
Soal 2 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Manakah dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh suatu senyawa kimia agar dapat digunakan sebagai Bahan Standar Primer (Primary Standard) dalam titrimetri? (Pilih dua syarat)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 3 Benar / Salah mudah
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah prinsip titrasi redoks Permanganometri!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Larutan kalium permanganat (KMnO4) berfungsi sebagai titran sekaligus auto-indikator sehingga tidak memerlukan penambahan indikator eksternal.
Pengasaman larutan analit pada permanganometri harus menggunakan asam sulfat (H2SO4) dan tidak boleh menggunakan asam klorida (HCl) guna menghindari oksidasi sampingan ion klorida.
Titrasi permanganometri harus selalu dilakukan di dalam suasana basa kuat amonium hidroksida pekat.
Latihan TKA
10 Soal
Soal 4 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Pada analisis gravimetri kadar klorida dalam sampel air garam, klorida diendapkan sebagai endapan perak klorida (AgCl) berwarna putih dengan menambahkan larutan AgNO3. Jika diketahui Ar Ag = 108 dan Ar Cl = 35,5 (Mr AgCl = 143,5), berapakah Faktor Gravimetri (FG) untuk menentukan kadar klor (Cl)?
Soal 5 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Titrasi argentometri metode Mohr untuk menentukan kadar ion klorida menggunakan larutan standar perak nitrat (AgNO3) dengan menggunakan indikator:
Soal 6 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Pada penentuan kesadahan total air (kadar ion Ca2+ dan Mg2+) secara kompleksometri dengan larutan standar Na2EDTA, dua kondisi penting yang wajib dipenuhi dalam prosedur adalah: (Pilih dua kondisi)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 7 Benar / Salah sedang
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah prosedur pengenceran asam sulfat pekat (H2SO4 98%) yang aman di laboratorium!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Prosedur pengenceran asam pekat harus dilakukan dengan cara menuangkan asam sulfat pekat secara perlahan-lahan ke dalam wadah berisi air melalui dinding wadah sambil diaduk konstan.
Menuangkan air langsung ke dalam asam sulfat pekat sangat dilarang keras karena dapat memicu lonjakan panas eksotermis seketika yang menyebabkan cairan asam memercik ledak ke wajah analis.
Pengenceran asam pekat berasap wajib dilakukan di ruang terbuka tanpa masker dan tanpa kacamata pelindung.
Soal 8 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Dalam analisis titrimetri Iodometri (titrasi tidak langsung), larutan standar sekunder yang digunakan untuk mentitrasi iodium (I2) bebas yang dibebaskan dari reaksi analit oksidator adalah:
Soal 9 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Kondisi penimbangan analitik di mana selisih berat antara dua penimbangan berturut-turut setelah proses pemanasan dan pendinginan dalam desikator tidak melebihi 0,0002 gram (0,2 mg) disebut:
Soal 10 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Dalam Lembar Data Keselamatan Bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS), informasi penting apa saja yang wajib dipelajari analis sebelum menangani bahan kimia beracun? (Pilih dua informasi)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 11 Benar / Salah sedang
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah fungsi alat desikator (Eksikator) di laboratorium kimia analitik!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Desikator berfungsi sebagai wadah pendingin krus atau botol timbang yang baru dikeluarkan dari oven/tanur pemijar dalam kondisi udara kering terisolasi dari kelembapan atmosfer.
Zat pengering (desikan) seperti silika gel aktif (berwarna biru yang berubah merah muda saat jenuh air) ditempatkan di bagian dasar bejana desikator.
Krusibel pemijar yang bersuhu 800 derajat Celcius harus langsung disiram air dingin kran sebelum dimasukkan ke dalam desikator kaca.
Soal 12 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Indikator kanji (larutan amilum) pada titrasi iodometri harus ditambahkan saat mendekati titik akhir titrasi (saat larutan berwarna kuning jerami pucat) dan bukan di awal titrasi karena:
Soal 13 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Pada analisis gravimetri kadar sulfat (SO4 2-) dalam pupuk dengan pengendapan sebagai barium sulfat (BaSO4), perlakuan apa yang dilakukan untuk meminimalisasi kopresipitasi dan mendapatkan kristal endapan besar yang mudah disaring? (Pilih dua perlakuan)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Tantangan Penalaran
5 Soal
Soal 14 Pilihan Ganda sulit
5 Poin
Sebanyak 0,500 gram sampel bijih besi dilarutkan dalam asam dan seluruh besi di dalamnya direduksi sempurna menjadi ion Fe2+. Larutan tersebut kemudian dititrasi secara permanganometri dalam suasana asam dan menghabiskan 25,00 mL larutan standar KMnO4 0,0200 M. Diketahui persamaan reaksi redoks setara: 5 Fe2+ + MnO4- + 8 H+ -> 5 Fe3+ + Mn2+ + 4 H2O, dan massa molar Fe = 55,85 g/mol. Berapakah persentase kadar besi (Fe) dalam sampel bijih tersebut?
Soal 15 Pilihan Ganda Kompleks sulit
5 Poin
Pada pembakuan larutan natrium hidroksida (NaOH ~0,1 N) menggunakan bahan standar primer Kalium Biftalat / KHP (Mr = 204,22 g/mol), analis menimbang 0,4084 gram KHP murni yang dilarutkan dalam 50 mL akuades bebas CO2. Titrasi membutuhkan 20,00 mL larutan NaOH sampai timbul warna merah muda PP konstan. Analisis data pembakuan ini menghasilkan: (Pilih dua kesimpulan analitik)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 16 Benar / Salah sulit
5 Poin
Evaluasi bahaya pembentukan gas beracun hidrogen sianida (HCN) dan penanganan tumpahan bahan sianida di laboratorium!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Garam sianida yang bereaksi dengan asam kuat akan menghasilkan gas hidrogen sianida (HCN) yang sangat toksik dan berpotensi mematikan dalam waktu singkat.
Dekontaminasi tumpahan sianida dilakukan dengan menambahkan larutan pengoksidasi natrium hipoklorit (NaOCl) yang dipertahankan dalam suasana basa kuat (pH > 10) untuk mengoksidasinya menjadi sianat tak beracun.
Tumpahan garam sianida harus segera disiram dengan asam klorida pekat berasap agar cepat menguap ke udara ruangan.
Soal 17 Pilihan Ganda sulit
5 Poin
Pada analisis titrimetri metode Volhard untuk penentuan klorida secara titrasi tidak langsung (titrasi balik), setelah penambahan larutan perak nitrat (AgNO3) berlebih, endapan perak klorida (AgCl) yang terbentuk harus disaring atau dilapisi dengan penambahan cairan nitrobenzena sebelum dititrasi balik dengan KSCN. Tujuan penambahan nitrobenzena adalah:
Soal 18 Pilihan Ganda Kompleks sulit
5 Poin
Dalam perumusan program jaminan mutu analitik (Analytical Quality Assurance) laboratorium pengujian kimia, estimasi Ketidakpastian Pengukuran (Uncertainty of Measurement) dievaluasi melalui identifikasi sumber-sumber kesalahan tipe A dan tipe B berupa: (Pilih dua sumber ketidakpastian)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Sudah Selesai Mengerjakan?

Pastikan semua soal telah kamu jawab sebelum melihat skor dan pembahasan.

Nomor Soal
0 / 18
• Belum • Terjawab • Ragu
Ke Atas Soal
Tes Kemampuan Akademik SMK/MAK • Kimia Analisis Gratis & Otomatis