Nata Soal
TKA SMK/MAK Nautika Kapal Penangkap Ikan Interaktif

Teknik Pengoperasian Alat Tangkap Ikan, Stabilitas Kapal Ikan, Aturan COLREG 1972, dan Keselamatan Pelayaran – Materi & Latihan TKA Nautika Kapal Penangkap Ikan SMK/MAK

Klasifikasi dan konstruksi alat penangkap ikan (purse seine, tuna longline, gillnet, trawl, bubu); penanganan hasil tangkapan di atas geladak (bleeding, penyiangan, rantai dingin tuna sashimi grade); stabilitas melintang kapal penangkap ikan (titik berat G, titik apung B, titik metasenter M, tinggi metasenter GM, bahaya permukaan bebas / free surface effect pada genangan geladak dan palka basah); penerapan COLREG 1972 Aturan 26 (lampu navigasi dan sosok benda kapal yang sedang menangkap ikan); peralatan penyelamatan jiwa dan keselamatan pelayaran (SOLAS/STCW-F, liferaft hidrostatis HRU, EPIRB 406 MHz, SART radar, pyro-tehnik).

Tujuan Pembelajaran
  • Memahami konstruksi dan metode pengoperasian berbagai alat penangkapan ikan komersial (pukat cincin, rawai tuna, jaring insang, dan bubu).
  • Menerapkan prinsip stabilitas melintang kapal penangkap ikan dan mitigasi bahaya efek permukaan bebas cairan (free surface effect) pada palka basah dan geladak kerja.
  • Mengidentifikasi lampu navigasi dan sosok benda kapal penangkap ikan yang sedang melakukan penangkapan sesuai Aturan 26 COLREG 1972.
  • Mengoperasikan peralatan keselamatan jiwa di laut (Inflatable Life Raft / ILR, EPIRB, SART, dan piroteknik isyarat marabahaya).

Materi & Pembahasan Konsep

TKA SMK/MAK

Selamat datang di modul Teknik Penangkapan Ikan, Stabilitas Kapal, dan Keselamatan Pelayaran pada kejuruan Nautika Kapal Penangkap Ikan SMK/MAK!

1. Stabilitas Kapal Ikan & Efek Permukaan Bebas

  • Titik-Titik Penting Stabilitas: K (Keel/Lunas), B (Center of Buoyancy/Titik Apung), G (Center of Gravity/Titik Berat), M (Metacenter/Metasenter). Nilai GM (Tinggi Metasenter) = KM - KG. Kapal stabil positif jika GM > 0 (M berada di atas G).
  • Free Surface Effect (FSE): Cairan bebas di palka ikan atau genangan air laut di geladak yang tidak mengalir lancar akibat lubang freeing port/scupper tersumbat bergerak ke sisi miring saat kapal oleng, menyebabkan titik berat semu G naik ke G' sehingga nilai GM mengecil (virtual loss of GM), yang sangat berbahaya memicu kapal terbalik (capsizing).

2. COLREG Aturan 26 & Alat Keselamatan

  • Lampu Kapal Menangkap Ikan:
    • Kapal yang sedang mendongkol/pukat hela (trawling): Dua lampu keliling bersusun tegak lurus, Hijau di atas Putih (Green over White).
    • Kapal penangkap ikan selain pukat hela (purse seine, longline): Dua lampu keliling bersusun tegak lurus, Merah di atas Putih (Red over White). Sosok benda siang hari: Dua kerucut yang puncaknya berhimpit (tanda jam pasir).
  • EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon): Memancarkan sinyal marabahaya darurat 406 MHz ke satelit COSPAS-SARSAT yang memuat identitas kapal dan posisi koordinat GPS secara otomatis saat terlepas dari dudukan hidrostatik (HRU).
Referensi: Kerangka Standar Asesmen TKA Pusmendik Kemendikdasmen RI
Simulasi CBT

Latihan Interaktif (18 Soal)

Penilaian aman & otomatis
Cek Pemahaman
3 Soal
Soal 1 Pilihan Ganda mudah
5 Poin
Berdasarkan Aturan 26 P2TL (COLREG 1972), kapal yang sedang melakukan penangkapan ikan selain pukat hela (seperti kapal purse seine atau tuna longline) wajib memperlihatkan dua lampu keliling bersusun tegak lurus pada tiang di malam hari yaitu:
Soal 2 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Fenomena Efek Permukaan Bebas (Free Surface Effect / FSE) zat cair sangat membahayakan stabilitas kapal penangkap ikan. Manakah dua kondisi yang memicu terjadinya bahaya FSE? (Pilih dua kondisi)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 3 Benar / Salah mudah
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah mekanisme kerja Inflatable Life Raft (ILR / Rakit Penolong Kembung) dan Hydrostatic Release Unit (HRU)!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Hydrostatic Release Unit (HRU) memotong pengikat kontainer rakit penolong secara otomatis saat tertekan air pada kedalaman 1,5 hingga 4 meter ketika kapal tenggelam.
Rakit penolong (Life Raft) akan mengembang secara otomatis melalui pelepasan gas CO2 terkompresi saat tali penarik (painter line) tertarik kencang hingga batas maksimal.
Rakit penolong harus dipaku mati secara permanen ke geladak kapal agar tidak bisa dilepas saat terjadi keadaan darurat.
Latihan TKA
10 Soal
Soal 4 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Berdasarkan Aturan 26 P2TL (COLREG 1972), kapal yang sedang mendongkol atau menarik pukat hela (trawling) wajib memperlihatkan dua lampu keliling bersusun tegak lurus pada tiang di malam hari yaitu:
Soal 5 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Alat pemancar sinyal marabahaya darurat yang memancarkan sinyal kode identitas kapal dan posisi koordinat GPS langsung ke satelit polar internasional COSPAS-SARSAT pada frekuensi 406 MHz adalah:
Soal 6 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Dalam penanganan hasil tangkapan ikan tuna segar mutu prima (sashimi grade) di atas geladak kapal longline, manakah dua tahapan penanganan awal yang wajib dilakukan sesaat setelah tuna diangkat ke geladak? (Pilih dua tahapan)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 7 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Tinggi Metasenter (GM) kapal dinyatakan positif (stabilitas mantap / stable equilibrium) apabila posisi titik metasenter (M) berada:
Soal 8 Benar / Salah sedang
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah prinsip pengoperasian alat Search and Rescue Transponder (SART) pada rakit penolong!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
SART aktif saat menangkap pancaran pulsa dari radar navigasi kapal penyelamat pada pita frekuensi X-Band (9 GHz).
Gema balasan dari SART akan menampilkan pola deretan 12 titik terang pada layar radar kapal penolong yang mengarah lurus ke posisi korban.
SART harus dicelupkan ke dasar laut sedalam 1.000 meter agar dapat memancarkan gelombang suara.
Soal 9 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Sosok benda siang hari (daymark shape) yang wajib dipasang di tiang kapal penangkap ikan yang sedang melakukan operasi penangkapan ikan adalah:
Soal 10 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Peralatan piroteknik isyarat marabahaya visual (pyrotechnics) yang wajib tersedia di atas kapal dan rakit penolong sesuai konvensi SOLAS mencakup: (Pilih dua piroteknik)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 11 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Jika titik berat kapal (G) berada tepat berhimpit dengan titik metasenter (M) sehingga nilai GM = 0, maka kondisi stabilitas kapal tersebut berada dalam keadaan:
Soal 12 Benar / Salah sedang
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah peran baju penolong (Lifejacket) dan pakaian cebur (Immersion Suit) dalam keselamatan pelaut!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Rompi penolong (lifejacket) dirancang mampu membalikkan tubuh orang yang pingsan ke posisi terlentang dengan mulut di atas air dalam waktu 5 detik.
Pakaian cebur kedap air (immersion suit) berfungsi melindungi pelaut dari ancaman hipotermia fatal saat terapung di perairan laut bersuhu dingin ekstrem.
Baju penolong wajib diisi dengan lempengan batu bata agar pemakainya dapat berjalan di dasar palung laut.
Soal 13 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Berdasarkan Aturan 18 P2TL (Tanggung Jawab Antar Kapal), sebuah kapal tenaga (power-driven vessel) yang sedang berlayar di laut lepas wajib menyimpang dan memberikan jalan kepada:
Tantangan Penalaran
5 Soal
Soal 14 Pilihan Ganda sulit
5 Poin
Sebuah kapal penangkap ikan memiliki nilai KM = 5,20 meter dan KG awal = 4,50 meter (sehingga GM padat awal = 0,70 meter). Di dalam palka basah penyimpanan ikan terdapat genangan air bebas (slack water) yang menyebabkan kenaikan semu titik berat akibat efek permukaan bebas (Virtual Loss of GM karena Free Surface Effect / GG') sebesar 0,25 meter. Berapakah nilai Tinggi Metasenter Efektif (GM efektif) kapal tersebut setelah memperhitungkan efek permukaan bebas?
Soal 15 Pilihan Ganda Kompleks sulit
5 Poin
Pada saat pengangkatan kantong jaring purse seine (brailing) berisi 20 ton ikan ke atas geladak kapal penangkap ikan, terjadi kemiringan lambung kapal (list) yang tajam ke arah sisi jaring. Manakah dua tindakan teknis nakhoda dan ABK untuk mengamankan stabilitas kapal dari risiko terbalik? (Pilih dua tindakan)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 16 Benar / Salah sulit
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah analisis oleng kapal kaku (stiff ship) vs kapal langsar (tender ship)!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Kapal dengan nilai GM terlalu besar (kapal kaku / stiff ship) memiliki periode oleng yang sangat cepat dan menghentak keras sehingga dapat merusak konstruksi tiang dan muatan.
Kapal dengan nilai GM terlalu kecil (kapal langsar / tender ship) berguling oleng secara lambat namun memiliki momen pemulih lemah dan sangat rentan terbalik bila terkena ombak susulan.
Kapal penangkap ikan yang paling ideal dan aman adalah kapal yang memiliki nilai GM negatif sebesar minus 1 meter.
Soal 17 Pilihan Ganda sulit
5 Poin
Di laut lepas pada malam hari, mualim jaga melihat sebuah kapal memperlihatkan lampu tiang Merah di atas Putih, lampu lambung Merah, dan satu lampu putih tambahan pada arah mendatar sejauh 150 meter dari lampu tiang. Sesuai Aturan 26 (c)(ii) COLREG 1972, arti dari susunan lampu tersebut adalah:
Soal 18 Pilihan Ganda Kompleks sulit
5 Poin
Dalam prosedur evakuasi meninggalkan kapal (Abandon Ship) pada kapal penangkap ikan yang mengalami kebocoran hebat di laut, manakah dua tindakan mutlak yang harus dipastikan oleh nakhoda sebelum melompat ke rakit penolong? (Pilih dua tindakan)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Sudah Selesai Mengerjakan?

Pastikan semua soal telah kamu jawab sebelum melihat skor dan pembahasan.

Nomor Soal
0 / 18
• Belum • Terjawab • Ragu
Ke Atas Soal
Tes Kemampuan Akademik SMK/MAK • Nautika Kapal Penangkap Ikan Gratis & Otomatis