Selamat datang di modul Sistem Kekerabatan, Struktur Organisasi Sosial, dan Stratifikasi Adat Nusantara pada TKA Antropologi SMA/MA! Kekerabatan adalah inti dari organisasi sosial dalam masyarakat tradisional di seluruh nusantara. Modul ini mengkaji bagaimana ikatan darah dan perkawinan membentuk kelompok sosial, mengatur pembagian warisan, menentukan tempat tinggal pengantin baru, hingga membentuk hierarki status dan stratifikasi sosial adat di berbagai kebudayaan suku bangsa Indonesia.
1. Sistem Kekerabatan & Pola Menetap
Garis Keturunan (Unilineal vs Bilateral)
- Patrilineal: Garis keturunan ayah/pria (Batak, Bali, Dani Papua, Maluku, Sumba). Marga diwariskan dari ayah.
- Matrilineal: Garis keturunan ibu/wanita (Minangkabau, Enggano). Pusaka tinggi dan suku diwariskan ibu; peran Mamak (saudara laki-laki ibu) sangat kuat.
- Bilateral / Parental: Garis keturunan kedua belah pihak secara seimbang (Jawa, Sunda, Dayak, Bugis, Makassar, Aceh).
Pola Menetap Pasca-Perkawinan
- Patrilokal (Virilokal): Pasangan tinggal di sekitar kerabat pihak suami.
- Matrilokal (Uksorilokal): Pasangan tinggal di sekitar kerabat pihak istri.
- Neolokal: Pasangan tinggal di tempat kediaman baru yang mandiri.
- Bilokal (Ambilokal): Bergantian tinggal di kerabat suami atau istri.
- Avunkulokal: Menetap di sekitar saudara laki-laki ibu (paman).
2. Klan & Stratifikasi Sosial Tradisional
Klan & Marga Adat
- Klan (Phratry/Suku): Kesatuan genealogis unilineal terikat leluhur bersama.
- Aturan Perkawinan: Eksogami (kawin di luar klan/marga, misal larangan kawin semarga di Batak) vs Endogami (kawin di dalam kelompok sendiri).
Stratifikasi Adat Nusantara
- Sistem Kasta Tradisional Bali (Wangsa): Brahmana, Ksatria, Waisya (Tri Wangsa) dan Sudra (Jaba).
- Toraja (Tana'): Tana' Bulaan (bangsawan tinggi), Tana' Bassi (bangsawan menengah), Tana' Karurung (rakyat merdeka), Tana' Kua-kua (hamba/sahaya zaman dahulu).