Nata Soal
TKA SMA/MA Ekonomi Interaktif

Kebijakan Moneter, Kebijakan Fiskal, APBN/APBD, dan Perpajakan – Materi & Latihan TKA Ekonomi SMA/MA

Analisis instrumen moneter BI-Rate/GWM/OPT, kebijakan fiskal ekspansif-kontraktif, fungsi APBN UU 17/2003, hukum perpajakan UU HPP, serta perhitungan PPh 21.

Tujuan Pembelajaran
  • Menganalisis instrumen kebijakan moneter kualitatif dan kuantitatif Bank Indonesia.
  • Mengevaluasi fungsi APBN/APBD dan mekanisme pembiayaan defisit anggaran.
  • Menghitung PPh Pasal 21 orang pribadi berlapis menurut UU HPP.
  • Menganalisis teori kuantitas uang Fisher, crowding-out effect, dan transmisi moneter.

Materi & Pembahasan Konsep

TKA SMA/MA

Selamat datang di modul Kebijakan Moneter, Kebijakan Fiskal, APBN/APBD, dan Perpajakan pada TKA Ekonomi SMA/MA! Modul ini mendalami instrumen kebijakan moneter Bank Sentral (operasi pasar terbuka, suku bunga BI-Rate, rasio cadangan wajib/GWM, dan imbauan moral), kebijakan fiskal ekspansif vs kontraktif, fungsi APBN (otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, stabilisasi), mekanisme defisit dan pembiayaan anggaran, serta hukum perpajakan nasional (asas, jenis pajak langsung/tidak langsung, dan perhitungan PPh Pasal 21).

1. Instrumen Kebijakan Moneter & Perbankan

Instrumen Kuantitatif Bank Indonesia
  • Operasi Pasar Terbuka (OPT): Menjual SBI (mengetatkan likuiditas) atau membeli SBN (menambah likuiditas).
  • Politik Diskonto (Discount Policy): Menaikkan BI-Rate (meredam inflasi) atau menurunkan BI-Rate (stimulus kredit).
  • Giro Wajib Minimum (GWM): Rasio dana perbankan yang wajib disimpan di bank sentral.
Instrumen Kualitatif
  • Plafon kredit selektif (Credit Ceilings).
  • Imbauan moral (Moral Suasion) kepada direksi bank umum.
  • Penyempurnaan regulasi makroprudensial (rasio LTV / Loan to Value).

2. Kebijakan Fiskal, APBN & Perpajakan

Fungsi Konstitusional APBN
  • Otorisasi (dasar hukum penerimaan/belanja), Perencanaan, Pengawasan.
  • Alokasi (efisiensi sektor publik), Distribusi (keadilan sosial), Stabilisasi (peredam siklus ekonomi).
Sistem & Tarif Perpajakan
  • Asas Perpajakan Adam Smith (Equality, Certainty, Convenience of Payment, Economics of Collection).
  • Tarif pajak progresif UU HPP (PPh Orang Pribadi: 5%, 15%, 25%, 30%, 35%).
  • Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) standar WP Orang Pribadi.
Referensi: Kerangka Standar Asesmen TKA Pusmendik Kemendikdasmen RI
Simulasi CBT

Latihan Interaktif (18 Soal)

Penilaian aman & otomatis
Cek Pemahaman
3 Soal
Soal 1 Pilihan Ganda mudah
5 Poin
Ketika laju inflasi di dalam negeri mengalami kenaikan yang mengkhawatirkan di atas batas sasaran target, Bank Indonesia sebagai bank sentral dapat menerapkan kebijakan moneter kontraktif (tight money policy). Langkah kebijakan moneter yang tepat dilakukan adalah ...
Soal 2 Benar / Salah mudah
5 Poin
Tentukan kebenaran fungsi-fungsi APBN menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara berikut.
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Fungsi alokasi APBN diarahkan untuk mengurangi pengangguran, pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian nasional.
Fungsi stabilisasi APBN bertujuan untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian agar terhindar dari krisis ekonomi.
Fungsi otorisasi APBN memberi kewenangan mutlak kepada Presiden untuk membubarkan DPR apabila RAPBN tidak disetujui dalam 10 hari.
Soal 3 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Sistem tarif pajak di mana persentase tarif pemungutan pajaknya semakin meningkat seiring dengan semakin besarnya jumlah penghasilan kena pajak wajib pajak (seperti yang diterapkan pada PPh Orang Pribadi di Indonesia) dinamakan tarif ...
Latihan TKA
10 Soal
Soal 4 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Ketika perekonomian nasional terancam mengalami resesi ekonomi dan deflasi akibat penurunan daya beli masyarakat, pemerintah dapat mengimplementasikan kebijakan fiskal ekspansif dengan cara ...
Soal 5 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Asas-asas pemungutan pajak yang dirumuskan oleh Adam Smith (The Four Maxims) yang menjadi pedoman hukum perpajakan modern mencakup: (Pilih dua jawaban benar)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 6 Benar / Salah sedang
5 Poin
Analisis pernyataan mengenai komponen penerimaan dan belanja dalam struktur APBN Indonesia berikut.
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Penerimaan perpajakan (PPh, PPN, PBB, dan Cukai) merupakan kontributor terbesar dalam struktur pendapatan negara pada APBN.
Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) mencakup Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Desa.
Penerimaan hibah dari lembaga internasional wajib dikembalikan pemerintah beserta bunga cicilan tahunan.
Soal 7 Pilihan Ganda mudah
5 Poin
Pajak yang bebannya tidak dapat dilimpahkan atau dialihkan kepada pihak lain dan harus ditanggung sendiri secara langsung oleh wajib pajak yang bersangkutan (seperti PPh) dikelompokkan sebagai ...
Soal 8 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Jika Bank Indonesia menaikkan tingkat cadangan kas wajib minimum (Giro Wajib Minimum / GWM) bank umum dari 5% menjadi 8%, maka dampak moneter yang terjadi di sistem perbankan adalah ...
Soal 9 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Mekanisme pembiayaan defisit APBN yang umum dan lazim ditempuh oleh pemerintah Indonesia dalam koridor hukum undang-undang keuangan negara meliputi: (Pilih dua jawaban benar)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 10 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Dalam proses penyusunan APBN, apabila Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang APBN (RAPBN) yang diajukan oleh Presiden, maka langkah konstitusional yang diambil pemerintah adalah ...
Soal 11 Benar / Salah sulit
5 Poin
Tentukan status kebenaran pernyataan mengenai fungsi regulasi dan budgeter pajak bagi negara berikut.
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Fungsi budgetair pajak adalah memasukkan uang sebanyak-banyaknya ke dalam kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan pembangunan nasional.
Pengenaan tarif cukai dan PPnBM yang tinggi terhadap minuman keras dan mobil mewah merupakan implementasi fungsi regulerend (mengatur) dari pajak.
Fungsi redistribusi pendapatan pajak menuntut penerapan tarif pajak tetap bernilai sama untuk semua orang tanpa membedakan kaya dan miskin.
Soal 12 Pilihan Ganda mudah
5 Poin
Kebijakan Bank Indonesia dalam bentuk anjuran moral (moral suasion) kepada perbankan umum dilakukan melalui cara ...
Soal 13 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menurut Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) digolongkan sebagai ...
Tantangan Penalaran
5 Soal
Soal 14 Pilihan Ganda sulit
5 Poin
Pak Arya (kawin dengan 1 orang anak, tanggungan PTKP K/1) bekerja sebagai manajer dengan Penghasilan Neto setahun sebesar Rp150.000.000. Berdasarkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), PTKP wajib pajak K/1 adalah Rp63.000.000, dengan lapisan tarif PPh: Lapisan I (sampai Rp60.000.000) tarif 5%; Lapisan II (di atas Rp60.000.000 s.d. Rp250.000.000) tarif 15%. Berapakah besar PPh Pasal 21 terutang Pak Arya dalam setahun?
Soal 15 Pilihan Ganda Kompleks sulit
5 Poin
Teori kuantitas uang Irving Fisher (Equation of Exchange: M * V = P * T) menjelaskan korelasi jumlah uang beredar dengan tingkat harga. Berdasarkan teori ini, jika kecepatan peredaran uang (V) dan volume transaksi barang (T) dianggap konstan (ceteris paribus), maka: (Pilih dua jawaban benar)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 16 Benar / Salah sulit
5 Poin
Analisis pernyataan mengenai konsep angka pengganda anggaran berimbang (Balanced Budget Multiplier) dalam kebijakan fiskal berikut.
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Nilai angka pengganda anggaran berimbang (Balanced Budget Multiplier) adalah sama dengan satu (kB = 1).
Angka pengganda pengeluaran pemerintah (kG) memiliki dampak ekspansif lebih besar daripada angka pengganda pemotongan pajak (kT) dengan nilai nominal yang sama.
Kenaikan pengeluaran pemerintah yang diimbangi dengan kenaikan penerimaan pajak dalam jumlah yang sama persis sama sekali tidak mengubah pendapatan nasional.
Soal 17 Pilihan Ganda sulit
5 Poin
Fenomena "Crowding-Out Effect" dalam ekonomi makro menjelaskan potensi dampak negatif dari kebijakan fiskal ekspansif yang dibiayai utang, yaitu ...
Soal 18 Pilihan Ganda sulit
5 Poin
Dalam transmisi kebijakan moneter, jalur suku bunga (interest rate channel) menjelaskan bahwa jika Bank Indonesia menaikkan BI-Rate, transmisi tahapan berikutnya yang terjadi secara berurutan hingga meredam inflasi adalah ...
Sudah Selesai Mengerjakan?

Pastikan semua soal telah kamu jawab sebelum melihat skor dan pembahasan.

Nomor Soal
0 / 18
• Belum • Terjawab • Ragu
Ke Atas Soal
Tes Kemampuan Akademik SMA/MA • Ekonomi Gratis & Otomatis