Selamat datang di modul Demokrasi Parlementer, Demokrasi Terpimpin, Orde Baru, dan Era Reformasi pada TKA Sejarah SMA/MA! Modul komprehensif ini menelaah lintasan sejarah politik, ekonomi, dan sosial Indonesia pasca-pengakuan kedaulatan 1949 hingga kontemporer: jatuh-bangun kabinet masa Demokrasi Parlementer (1950–1959), sentralisasi kekuasaan dan politik mercusuar masa Demokrasi Terpimpin (1959–1965), stabilitas politik, Dwifungsi ABRI, dan pembangunan ekonomi era Orde Baru (1966–1998), serta gelombang Reformasi 1998 yang melahirkan tata kelembagaan demokratis baru di Indonesia.
1. Demokrasi Parlementer & Demokrasi Terpimpin
Demokrasi Parlementer (1950–1959)
- Sistem Pemerintahan: Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen (UUDS 1950). Kerap terjadi mosi tidak percaya (7 pergantian kabinet).
- Prestasi Utama: Konferensi Asia-Afrika (KAA) Bandung 1955 di bawah Kabinet Ali Sastroamidjojo I; Pemilu 1955 yang demokratis memilih DPR dan Konstituante di bawah Kabinet Burhanuddin Harahap.
- Kebijakan Ekonomi: Gunting Sjafruddin, Gerakan Benteng (Sumitro Djojohadikusumo), Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia.
Demokrasi Terpimpin (1959–1965)
- Pemberlakuan: Dekrit Presiden 5 Juli 1959 akibat kebuntuan Konstituante dalam merumuskan UUD baru.
- Ciri Politik: Dominasi Presiden Soekarno, konsep Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis), pembentukan MPRS/DPAS dan DPR-GR lewat penetapan presiden.
- Politik Luar Negeri: Konfrontasi Oldefos vs Nefos, Operasi Trikora pembebasan Irian Barat (1962), Dwikora / Ganyang Malaysia (1964), dan keluarnya Indonesia dari PBB (1965).
2. Era Orde Baru & Reformasi
Masa Orde Baru (1966–1998)
- Fondasi: Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 1966, penumpasan G30S/PKI, pemulihan hubungan luar negeri (masuk kembali PBB, pembentukan ASEAN 1967).
- Pembangunan: Trilogi Pembangunan (Stabilitas Politik, Pertumbuhan Ekonomi, Pemerataan) yang dijalankan lewat Repelita dan Pelita; swasembada beras 1984.
- Restrukturisasi Politik: Fusi partai politik 1973 menjadi 3 kekuatan (PPP, Golkar, PDI), penerapan asas tunggal Pancasila, dan doktrin Dwifungsi ABRI.
Gelombang Reformasi (1998–Sekarang)
- Pemicu Reformasi: Krisis moneter Asia 1997, inflasi tak terkendali, korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), tragedi Trisakti, serta pengunduran diri Soeharto pada 21 Mei 1998.
- Agenda Reformasi: Amandemen UUD 1945 (pembatasan masa jabatan presiden, pembentukan MK dan DPD), pencabutan Dwifungsi ABRI (pemisahan TNI dan Polri), otonomi daerah luas (UU No. 22/1999), kebebasan pers, dan pembentukan KPK.
- Transisi Kepemimpinan: B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (Pilpres langsung pertama 2004), hingga Joko Widodo.