Selamat datang di modul Pendudukan Militer Jepang, Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 1945, dan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan RI (1945-1949) pada TKA Sejarah SMA/MA! Modul ini mendalami propaganda Gerakan Tiga A dan Putera, organisasi semimiliter/militer bentukan Jepang (Seinendan, Keibodan, Heiho, PETA), eksploitasi romusha dan jugun ianfu, sidang BPUPK (perumusan dasar negara dan Piagam Jakarta) serta PPKI, peristiwa Rengasdengklok, pembacaan Proklamasi Pegangsaan Timur 56, pertempuran fisik mempertahankan kemerdekaan (Surabaya 10 November, Palagan Ambarawa, Bandung Lautan Api, Medan Area, Puputan Margarana), serta perjuangan diplomasi internasional (Linggarjati, Renville, Roem-Royen, hingga Konferensi Meja Bundar / KMB 1949).
1. Masa Fasisme Jepang & Detik Proklamasi
Pendudukan Militer Jepang
- Perjanjian Kalijati (8 Maret 1942): Belanda menyerah tanpa syarat kepada Letjen Hitoshi Imamura.
- Pembentukan PETA (Pembela Tanah Air) yang melahirkan perwira cikal-bakal TNI (Soedirman, Gatot Soebroto).
- Pemberontakan PETA di Blitar dipimpin Supriyadi (14 Februari 1945).
Menuju Kemerdekaan
- Sidang BPUPK (29 Mei - 1 Juni 1945): Pidato Lahirnya Pancasila Bung Karno.
- Piagam Jakarta (22 Juni 1945) & Panitia Sembilan.
- Peristiwa Rengasdengklok (16 Agustus 1945): Desakan pemuda (Wikana, Sukarni, Chairul Saleh) menjauhkan Soekarno-Hatta dari pengaruh Jepang.
- 17 Agustus 1945: Proklamasi Kemerdekaan RI di Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta.
2. Diplomasi & Perjuangan Fisik (1945-1949)
Perjuangan Fisik Bersenjata
- Pertempuran Surabaya 10 November 1945 (Bung Tomo & tewasnya Brigjen Mallaby).
- Palagan Ambarawa (Kolonel Soedirman - taktik Supit Urang).
- Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta membuktikan eksistensi TNI ke PBB.
Jalur Diplomasi & KMB
- Perjanjian Linggarjati (1946) & Perjanjian Renville (1948 - Garis van Mook).
- Perjanjian Roem-Royen (1949) memulihkan mandat RI ke Yogyakarta.
- KMB di Den Haag (27 Desember 1949): Pengakuan kedaulatan RIS oleh Belanda tanpa syarat.