Selamat datang di modul Kolonialisme Bangsa Barat, Perlawanan Kedaerahan, dan Kebangkitan Pergerakan Nasional Indonesia pada TKA Sejarah SMA/MA! Modul ini mendalami motivasi penjelajahan samudra (Gold, Glory, Gospel), hegemoni VOC (hak octrooi, pelayaran hongi, ekstirpasi, devide et impera), masa Daendels (Jalan Raya Pos) dan Raffles (Landrent system), kebijakan Tanam Paksa (Cultuurstelsel van den Bosch) dan Politik Pintu Terbuka (UU Agraria 1870), perlawanan pahlawan kedaerahan (Pattimura, Diponegoro, Imam Bonjol, Antasari, Perang Jagaraga, Perang Aceh), Politik Etis (Edukasi, Irigasi, Emigrasi van Deventer), serta lahirnya organisasi pergerakan modern (Budi Utomo, Sarekat Islam, Indische Partij, Muhammadiyah, NU, Perhimpunan Indonesia, PNI, dan Sumpah Pemuda 1928).
1. Kolonialisme & Perlawanan Bersenjata Kedaerahan
Kebijakan Kolonial
- Hak Octrooi VOC (mencetak uang, membentuk tentara, menyatakan perang/damai).
- Cultuurstelsel (Van den Bosch 1830): eksploitasi tanaman ekspor kopi, tebu, nila (Batig Slot).
- Kritik Multatuli (Eduard Douwes Dekker) lewat buku Max Havelaar.
Perlawanan Tokoh Kedaerahan
- Perang Diponegoro (1825-1830): Perang gerilya dan siasat Benteng Stelsel De Kock.
- Perang Paderi (1821-1837): Tuanku Imam Bonjol (Plakat Puncak Pato: Adat Basandi Syarak).
- Perang Aceh (1873-1904): Teuku Umar, Cut Nyak Dien, siasat Snouck Hurgronje.
2. Politik Etis & Lahirnya Pergerakan Nasional
Trilogi van Deventer
- Edukasi (pendidikan melahirkan kaum terpelajar/priyayi baru).
- Irigasi dan Emigrasi/Transmigrasi.
Transformasi Pergerakan
- Budi Utomo (20 Mei 1908): Kebangkitan Nasional.
- Indische Partij (1912): Tiga Serangkai, partai politik radikal pertama (Indie voor Indiers).
- Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928): Konsensus Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia.