Selamat datang di modul Perubahan Sosial, Modernisasi, Dampak Globalisasi, Pelestarian Kearifan Lokal, dan Pemberdayaan Komunitas pada TKA Sosiologi SMA/MA! Modul ini mendalami teori-teori perubahan sosial (Teori Siklus Ibn Khaldun/Spengler/Toynbee, Teori Linier/Evolusi Comte/Spencer, Teori Konflik Marx, Teori Fungsionalis Ogburn mengenai cultural lag), bentuk perubahan sosial (evolusi-revolusi, direncanakan-tidak direncanakan), dinamika globalisasi (neoliberalisme, homogenisasi budaya, glokalisasi Roland Robertson), tantangan ketimpangan sosial modern, serta strategi pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal (Participatory Rural Appraisal / PRA).
1. Teori & Pola Perubahan Sosial
Teori Siklus vs Teori Linier
- Teori Siklus: Peradaban lahir, tumbuh, jaya, runtuh, dan berulang kembali seperti roda berputar tanpa titik akhir tetap.
- Teori Linier: Masyarakat berkembang maju secara bertahap searah dari primitif menuju modern berkeadaban kompleks.
Cultural Lag & Cultural Shock
- Cultural Lag (Ketinggalan Budaya / Ogburn): Ketimpangan laju adaptasi antara kemajuan teknologi material yang cepat dengan kesiapan budaya non-material (norma, mental, perilaku).
- Cultural Shock (Keguncangan Budaya): Kecemasan psikologis saat berhadapan dengan budaya asing baru.
2. Globalisasi, Glokalisasi & Pemberdayaan
Glokalisasi (Roland Robertson)
- Penyesuaian produk atau budaya global dengan konteks budaya lokal sehingga diterima masyarakat setempat (contoh: kuliner cepat saji berpadu cita rasa rempah lokal).
Pemberdayaan Komunitas
- Pendekatan partisipatif bottom-up (masyarakat sebagai subjek pembangunan).
- Penguatan kemandirian ekonomi, modal sosial lokal, dan pelestarian nilai kearifan lokal.