Nata Soal
TKA SMK/MAK Agribisnis Ternak Interaktif

Manajemen Pakan, Formulasi Ransum, Pembibitan, Reproduksi Inseminasi Buatan, dan Kesehatan Ternak – Materi & Latihan TKA Agribisnis Ternak SMK/MAK

Bahan pakan ternak (sumber energi, protein, mineral, hijauan HPT leguminosa dan rumput unggul); pengawetan pakan (silase fermentasi, hay, fermentasi jerami amoniasi); formulasi ransum (metode Pearson Square, trial and error); reproduksi ternak dan Inseminasi Buatan (IB/estrus detection, thawing semen beku, deposition gun); program vaksinasi, medikasi, dan pencegahan zoonosis (PMK, antraks, brucellosis).

Tujuan Pembelajaran
  • Menghitung formulasi ransum seimbang menggunakan metode Pearson Square berdasarkan kebutuhan Protein Kasar (PK) dan Total Digestible Nutrients (TDN).
  • Melaksanakan teknik pembuatan silase hijauan pakan ternak anaerobik dan pengolahan limbah pertanian berserat tinggi (amoniasi/fermentasi jerami).
  • Mendiagnosis tanda-tanda berahi (estrus) pada ternak ruminansia dan mempraktikkan prosedur Inseminasi Buatan (IB) sesuai standar reproduksi.
  • Menyusun program vaksinasi, pemberian obat cacing/antiparasit, dan tindakan karantina pencegahan penyakit hewan menular strategis (PHMS).

Materi & Pembahasan Konsep

TKA SMK/MAK

Selamat datang di modul Manajemen Pakan, Pembibitan, dan Kesehatan Ternak pada kejuruan Agribisnis Ternak SMK/MAK!

1. Formulasi & Teknologi Pakan

  • Metode Pearson Square: Menghitung proporsi dua bahan/campuran pakan untuk mencapai target Protein Kasar (PK). Selisih diagonal mutlak menentukan bagian proporsi masing-masing bahan.
  • Pengawetan Pakan:
    • Silase: Pengawetan hijauan berkelembapan 60-70% dalam kondisi anaerob fakultatif oleh bakteri asam laktat (Lactobacillus plantarum). pH ideal silase matang berkisar 3,8 - 4,2, aroma asam wangi karamel, warna hijau kekuningan, tekstur renyah tidak berlendir.
    • Amoniasi Jerami: Perlakuan kimiawi jerami padi dengan urea untuk memutus ikatan lignoselulosa dan meningkatkan kecernaan serat serta kadar nitrogen non-protein (NPN).

2. Reproduksi & Kesehatan Ternak

  • Deteksi Estrus (Berahi): Gejala 3A (Abang, Aboh, Anget pada vulva) + keluar lendir bening transparan elastis, gelisah, menaiki sapi lain dan diam dinaiki (standing heat). Waktu IB optimal adalah 8-12 jam setelah awal terdeteksinya standing heat (aturan AM/PM).
  • Thawing Semen Beku: Pencairan straw semen beku (-196°C di tangki N2 cair) dalam air hangat suhu 37°C selama 30 detik sebelum diisikan ke dalam insemination gun. Deposisi semen dilakukan pada posisi target serviks ke-4 (cervix uteri) atau corpus uteri.
  • Penyakit Menular Strategis: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK / Aphthovirus), Antraks (Bacillus anthracis / zoonosis mematikan), Brucellosis (keguguran/keluron menular).
Referensi: Kerangka Standar Asesmen TKA Pusmendik Kemendikdasmen RI
Simulasi CBT

Latihan Interaktif (18 Soal)

Penilaian aman & otomatis
Cek Pemahaman
3 Soal
Soal 1 Pilihan Ganda mudah
5 Poin
Tanda fisik utama pada organ reproduksi luar (vulva) sapi betina yang sedang mengalami masa berahi (estrus) dan siap dikawinkan dikenal dengan istilah '3A' dalam bahasa Jawa, yaitu:
Soal 2 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Silase merupakan hasil fermentasi hijauan pakan ternak bermutu tinggi. Manakah dua ciri fisik organoleptik yang menandakan bahwa proses pembuatan silase berhasil dengan kualitas sangat baik? (Pilih dua ciri)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 3 Benar / Salah mudah
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah prinsip penanganan straw semen beku pada program Inseminasi Buatan (IB)!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Spermatozoa ternak dalam bentuk straw beku disimpan dan diawetkan di dalam tangki kriogenik berisi Nitrogen cair pada suhu -196°C.
Proses pencairan kembali (thawing) straw semen beku dilakukan dengan mencelupkannya ke dalam air bersuhu 37°C selama 30 detik sebelum diinseminasikan.
Straw semen beku harus dijemur di bawah terik sinar matahari selama 3 jam hingga mendidih sebelum dimasukkan ke dalam gun IB.
Latihan TKA
10 Soal
Soal 4 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Seorang peternak ingin menyusun konsentrat dengan kadar Protein Kasar (PK) 16% sebanyak 100 kg. Tersedia dua bahan: Jagung Giling (PK = 8%) dan Bungkil Kedelai (PK = 44%). Berdasarkan metode Pearson Square, berapakah jumlah Jagung Giling dan Bungkil Kedelai yang dibutuhkan?
Soal 5 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Posisi anatomis target terbaik untuk melepaskan (mendeposisikan) semen saat melakukan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi betina menggunakan insemination gun adalah di:
Soal 6 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi disebabkan oleh Aphthovirus dari famili Picornaviridae. Manakah dua tanda patognomonik khas pada ternak yang terinfeksi PMK? (Pilih dua tanda)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 7 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Tujuan utama penambahan urea dalam proses pengolahan limbah jerami padi melalui metode amoniasi jerami (urea ammoniation) adalah untuk:
Soal 8 Benar / Salah sedang
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah jenis hijauan pakan ternak (HPT) unggul dan fungsinya!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dan Rumput Odot merupakan kelompok rumput potongan unggul berproduksi biomassa tinggi sebagai sumber serat utama.
Leguminosa seperti Indigofera zollingeriana, Gamal (Gliricidia sepium), dan Lamtoro memiliki kandungan protein kasar tinggi (> 20%) yang sangat baik sebagai suplemen konsentrat hijau.
Pemberian pakan ternak ruminansia sebaiknya 100% hanya terdiri dari bekatul dedak halus tanpa perlu diberi hijauan serat seumur hidupnya.
Soal 9 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Aturan waktu pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) yang paling ideal dikenal dengan 'Aturan Pagi-Sore' (AM/PM Rule). Jika seekor sapi betina teramati mulai memperlihatkan standing heat pada pagi hari (pukul 07.00), maka waktu terbaik untuk menginseminasikannya adalah:
Soal 10 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Penyakit Antraks (Radang Limpa) merupakan salah satu zoonosis paling berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Manakah dua protokol keselamatan yang wajib ditaati jika seekor sapi diduga kuat mati akibat antraks? (Pilih dua protokol)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 11 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Pada proses pembuatan hay (pengeringan hijauan pakan ternak), kadar air hijauan rumput harus diturunkan secara bertahap hingga mencapai:
Soal 12 Benar / Salah sedang
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah mengenai parasit internal (endoparasit) dan penanganannya pada ternak ruminansia!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Cacing hati (Fasciola gigantica) memiliki siklus hidup yang membutuhkan inang antara berupa siput air tawar (Lymnaea sp.) di padang penggembalaan becek.
Pemberian obat cacing (anthelmintik) spektrum luas seperti Albendazole secara teratur dapat mengendalikan infestasi cacing gilig dan cacing hati.
Infestasi cacing parasit di dalam usus dan abomasum justru mempercepat laju pertumbuhan bobot badan ternak sapi hingga dua kali lipat.
Soal 13 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Hormon eksogen yang lazim digunakan oleh peternak atau inseminator dalam program sinkronisasi estrus (penyerentakan berahi) pada sekelompok sapi betina melalui regresi korpus luteum adalah:
Tantangan Penalaran
5 Soal
Soal 14 Pilihan Ganda sulit
5 Poin
Seekor sapi perah betina bunting tua mengalami kesulitan melahirkan (distokia) karena posisi fetus sungsang dengan kaki belakang menekuk ke dalam panggul. Tindakan pertolongan kebidanan veteriner (obstetri) yang paling tepat dan profesional adalah:
Soal 15 Pilihan Ganda Kompleks sulit
5 Poin
Dalam pembuatan silase hijauan pakan skala industri dalam bunker silo, terjadi kegagalan fermentasi di mana silase berbau sangat tengik (busuk asam butirat), berlendir hitam, dan pH berada pada angka 6,2. Manakah dua faktor teknis utama penyebab kegagalan tersebut? (Pilih dua faktor)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 16 Benar / Salah sulit
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah analisis patologi penyakit Brucellosis (Keluron Menular) pada sapi perah dan sapi potong!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Brucellosis pada sapi umumnya menyebabkan keguguran (abortus) menular yang terjadi pada trimester akhir kebuntingan (bulan ke-6 hingga ke-8).
Penyakit ini bersifat zoonosis berbahaya yang dapat menular ke manusia (menyebabkan Demam Malta / Undulant Fever) melalui konsumsi susu mentah atau kontak cairan fetus.
Susu segar dari sapi yang positif menderita Brucellosis dianjurkan diminum langsung tanpa proses pasteurisasi sebagai terapi kebugaran jasmani.
Soal 17 Pilihan Ganda sulit
5 Poin
Sapi perah laktasi tinggi mengalami kondisi lemas, ambruk dengan leher melengkung membentuk huruf S ke arah flank (sternal recumbency), pupil mata melebar, dan suhu tubuh subnormal (hipotermia) 24 jam setelah melahirkan. Penyakit metabolik ini adalah:
Soal 18 Pilihan Ganda Kompleks sulit
5 Poin
Pada uji kualitas semen segar sapi pejantan di laboratorium inseminasi buatan sebelum dibekukan, manakah dua parameter evaluasi mikroskopis penentu kelayakan proses pembekuan? (Pilih dua parameter)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Sudah Selesai Mengerjakan?

Pastikan semua soal telah kamu jawab sebelum melihat skor dan pembahasan.

Nomor Soal
0 / 18
• Belum • Terjawab • Ragu
Ke Atas Soal
Tes Kemampuan Akademik SMK/MAK • Agribisnis Ternak Gratis & Otomatis