Selamat datang di modul Teknologi Pengolahan Hasil Nabati dan Hewani pada kejuruan Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK!
1. Pengolahan Nabati & Fermentasi
- Blansir (Blanching): Perlakuan pemanasan pendahuluan (uap air atau air panas 80-90°C selama 2-5 menit) untuk menginaktivasi enzim polifenol oksidase (pencegahan browning enzimatik), melunakkan jaringan, dan membuang gas sel.
- Fermentasi Tempe: Inokulasi kapang Rhizopus oligosporus atau Rhizopus oryzae pada kedelai rebus. Miselium putih menyatukan biji kedelai dan enzim protease menguraikan protein kompleks menjadi peptida sederhana yang mudah dicerna.
- Vacuum Frying: Penggorengan pada kondisi tekanan rendah (< -70 cmHg) memungkinkan air mendidih dan menguap pada suhu rendah (65-85°C) sehingga warna asli, aroma, dan vitamin buah (nangka, apel, salak) tidak rusak.
2. Pengolahan Hewani & Sistem Emulsi
- Emulsi Bakso & Sosis: Sistem emulsi minyak dalam air (oil in water / O/W). Protein miofibrilar aktin dan miosin larut garam (ekstraksi dengan penambahan garam 2-3% dan es batu menjaga suhu adonan < 16°C) bertindak sebagai emulsifier pembungkus globula lemak.
- Susu Pasteurisasi vs Sterilisasi: LTLT (Low Temperature Long Time: 63°C selama 30 menit), HTST (High Temperature Short Time: 72°C selama 15 detik), UHT (Ultra High Temperature: 135-145°C selama 2-4 detik untuk sterilitas komersial).