Selamat datang di modul Inventarisasi dan Manajemen Hasil Hutan pada kejuruan Kehutanan SMK/MAK!
1. Pengukuran Pohon & Rumus Brereton
- Diameter Pohon (dbh): Diukur pada ketinggian 1,30 meter dari atas permukaan tanah (atau 20 cm di atas banir jika berbanir tinggi) menggunakan pita phi (diameter tape) atau caliper garpu pohon. dbh = Keliling / π (3,1416).
- Pengukuran Tinggi: Menggunakan prinsip trigonometri pada klinometer atau Haga altimeter: Tinggi = Jarak Datar x (tan sudut pucuk - tan sudut pangkal).
- Volume Kayu Bulat (Rumus Brereton Standar Indonesia):
V = 0,7854 x (D_rata)² x L / 10.000
Di mana D_rata adalah rata-rata diameter ujung (du) dan diameter pangkal (dp) dalam satuan cm, dan L adalah panjang batang kayu bulat dalam satuan meter. Satuan akhir volume adalah m³.
2. RIL, HHBK, & SVLK
- Reduced Impact Logging (RIL): Perencanaan arah rebah pohon terarah (directional felling) ke celah tajuk kosong, pembuatan jalur sarad terencana (skid trail) dengan bulldozer bervolume traksi rendah untuk meminimalkan kerusakan tegakan tinggal hingga 50%.
- Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK): Getah Pinus (oleoresin), Rotan, Madu sialang hutan, dan Minyak kayu putih (sineol).
- SVLK: Sistem pelacakan lacak balak (Chain of Custody) dan sertifikasi legalitas kelestarian kayu dari hulu hutan hingga industri hilir ekspor (V-Legal).