Selamat datang di modul Silvikultur, Pembibitan, dan Konservasi Sumber Daya Hutan pada kejuruan Kehutanan SMK/MAK!
1. Sistem Silvikultur & Pemeliharaan Hutan
- TPTI (Tebang Pilih Tanam Indonesia): Sistem silvikultur hutan alam produksi berbasis tebang pilih dengan batas diameter minimal pohon yang boleh ditebang (misal diameter >= 40 cm atau >= 50 cm pada hutan produksi tetap, rotasi tebang 30 tahun) disertai kewajiban pembinaan tegakan tinggal dan penanaman pengayaan.
- Penjarangan (Thinning): Penebangan pohon-pohon yang tertekan, cacat, atau memiliki bentuk tajuk jelek untuk mengurangi persaingan hara, air, dan cahaya matahari, sehingga pohon-pohon binaan terbaik (crop trees) dapat memaksimalkan riap diameter dan volume kayu.
- Benih Rekalsitran vs Ortodoks: Benih pohon hutan tropis famili Dipterocarpaceae (Meranti) bersifat rekalsitran (cepat mati jika kadar air diturunkan dan tidak tahan disimpan lama pada suhu beku), sedangkan benih Pinus/Akasia bersifat ortodoks (dapat dikeringkan hingga kadar air rendah dan disimpan lama).
2. Perlindungan Hutan & Konservasi
- Dalkarhutla (Pengendalian Kebakaran Hutan): Pemantauan satelit hotspot (NOAA, Terra/Aqua Modis), patroli terpadu Manggala Agni, pembuatan sekat bakar (firebreak), dan teknik pemadaman basah/kering.
- Konservasi In-Situ vs Ex-Situ: Konservasi in-situ (Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Margasatwa) melindungi spesies di habitat aslinya; konservasi ex-situ (Kebun Raya, Taman Safari, Bank Genetik) melindungi spesies di luar habitat aslinya.