Nata Soal
TKA SMK/MAK Kehutanan Interaktif

Silvikultur, Pembibitan Tanaman Hutan, Pemeliharaan Tegakan, dan Konservasi Sumber Daya Hutan – Materi & Latihan TKA Kehutanan SMK/MAK

Karakteristik ekosistem hutan tropis dan stratifikasi tajuk; sistem silvikultur di Indonesia (Tebang Pilih Tanam Indonesia / TPTI, Tebang Rumpang, Tebang Jalur Tanam Pengayaan); teknik persemaian benih tanaman hutan (jati, meranti, mahoni, sengon, pinus); teknik pemeliharaan tegakan (penyiangan, pemangkasan cabang/pruning, penjarangan/thinning); perlindungan hutan dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla/Manggala Agni), hama penggerek batang, dan perambahan; konservasi keanekaragaman hayati in-situ dan ex-situ.

Tujuan Pembelajaran
  • Menerapkan prinsip silvikultur dan tahapan Sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) pada pengelolaan hutan produksi lestari.
  • Merancang teknik persemaian bibit tanaman hutan unggul (ekstraksi benih ortodoks/rekalsitran, inokulasi mikoriza, pemeliharaan bibit).
  • Melaksanakan teknik pemeliharaan tegakan hutan meliputi pemangkasan cabang (pruning) dan penjarangan tegakan (thinning) untuk meningkatkan riap kayu.
  • Menerapkan strategi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (pencegahan, deteksi titik panas / hotspot, dan pemadaman langsung).

Materi & Pembahasan Konsep

TKA SMK/MAK

Selamat datang di modul Silvikultur, Pembibitan, dan Konservasi Sumber Daya Hutan pada kejuruan Kehutanan SMK/MAK!

1. Sistem Silvikultur & Pemeliharaan Hutan

  • TPTI (Tebang Pilih Tanam Indonesia): Sistem silvikultur hutan alam produksi berbasis tebang pilih dengan batas diameter minimal pohon yang boleh ditebang (misal diameter >= 40 cm atau >= 50 cm pada hutan produksi tetap, rotasi tebang 30 tahun) disertai kewajiban pembinaan tegakan tinggal dan penanaman pengayaan.
  • Penjarangan (Thinning): Penebangan pohon-pohon yang tertekan, cacat, atau memiliki bentuk tajuk jelek untuk mengurangi persaingan hara, air, dan cahaya matahari, sehingga pohon-pohon binaan terbaik (crop trees) dapat memaksimalkan riap diameter dan volume kayu.
  • Benih Rekalsitran vs Ortodoks: Benih pohon hutan tropis famili Dipterocarpaceae (Meranti) bersifat rekalsitran (cepat mati jika kadar air diturunkan dan tidak tahan disimpan lama pada suhu beku), sedangkan benih Pinus/Akasia bersifat ortodoks (dapat dikeringkan hingga kadar air rendah dan disimpan lama).

2. Perlindungan Hutan & Konservasi

  • Dalkarhutla (Pengendalian Kebakaran Hutan): Pemantauan satelit hotspot (NOAA, Terra/Aqua Modis), patroli terpadu Manggala Agni, pembuatan sekat bakar (firebreak), dan teknik pemadaman basah/kering.
  • Konservasi In-Situ vs Ex-Situ: Konservasi in-situ (Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Margasatwa) melindungi spesies di habitat aslinya; konservasi ex-situ (Kebun Raya, Taman Safari, Bank Genetik) melindungi spesies di luar habitat aslinya.
Referensi: Kerangka Standar Asesmen TKA Pusmendik Kemendikdasmen RI
Simulasi CBT

Latihan Interaktif (18 Soal)

Penilaian aman & otomatis
Cek Pemahaman
3 Soal
Soal 1 Pilihan Ganda mudah
5 Poin
Sistem silvikultur yang diterapkan di hutan alam produksi Indonesia dengan menebang pohon-pohon komersial yang telah mencapai batas diameter tertentu serta memelihara tegakan tinggal disebut:
Soal 2 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Kegiatan penjarangan (thinning) pada tegakan hutan tanaman (seperti jati atau sengon) memberikan berbagai manfaat silvikultur. Manakah dua manfaat utama penjarangan? (Pilih dua manfaat)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 3 Benar / Salah mudah
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah karakteristik benih rekalsitran pada pohon hutan tropis Dipterocarpaceae (seperti Meranti dan Shorea spp.)!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Benih rekalsitran mengalami penurunan viabilitas (daya kecambah) secara drastis apabila kadar airnya diturunkan di bawah batas kritis.
Benih jenis Meranti harus segera dikecambahkan di persemaian sesaat setelah dipanen dari pohon induk.
Benih rekalsitran dapat diawetkan di dalam oven bersuhu 120°C selama berminggu-minggu tanpa kehilangan daya tumbuh.
Latihan TKA
10 Soal
Soal 4 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Jamur simbiotik tanah yang mengkolonisasi sistem perakaran pohon hutan (seperti pinus dan meranti) untuk membantu penyerapan unsur hara fosfor dan air dikenal sebagai:
Soal 5 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Satuan tugas khusus pengendalian kebakaran hutan dan lahan di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dikenal dengan nama:
Soal 6 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Dalam konservasi sumber daya hayati hutan, manakah dua kawasan konservasi yang termasuk ke dalam bentuk Kawasan Suaka Alam (KSA) in-situ? (Pilih dua kawasan)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 7 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Pemangkasan cabang-cabang bagian bawah batang pohon (pruning) pada tegakan hutan tanaman penghasil kayu pertukangan (seperti kayu jati) bertujuan untuk:
Soal 8 Benar / Salah sedang
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah peran sekat bakar (firebreak) dalam pencegahan kebakaran hutan!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Sekat bakar bersih (jalur rintis) dibuat dengan membersihkan serasah dan vegetasi bahan bakar potensial guna memutus kontak penjalaran api permukaan.
Sekat bakar hijau memanfaatkan barisan tanaman yang memiliki kadar air tinggi dan daun yang sulit terbakar untuk memperlambat laju kebakaran.
Sekat bakar dibangun dengan menimbun tumpukan kayu kering setinggi 5 meter di sekeliling hutan saat musim kemarau.
Soal 9 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Hama serangga utama yang menyerang tegakan pohon sengon (Falcataria moluccana) dengan mengebor kayu batang hingga menimbulkan lubang gerek berlendir dan batang mudah patah adalah:
Soal 10 Pilihan Ganda Kompleks sedang
5 Poin
Penyakit Karat Puru (Gall Rust) pada tanaman sengon disebabkan oleh jamur patogen Uromycladium tepperianum. Manakah dua tanda serangan khas penyakit ini pada pohon? (Pilih dua tanda)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 11 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Stratifikasi tajuk hutan hujan tropis klimaks yang tersusun atas pohon-pohon raksasa menjulang tinggi melampaui kanopi utama dengan ketinggian lebih dari 40 meter disebut:
Soal 12 Benar / Salah sedang
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah teknik aklimatisasi dan hardening-off pada bibit persemaian kehutanan!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Proses hardening-off (penyapihan/pengerasan) dilakukan dengan membuka naungan secara bertahap agar bibit terbiasa menerima sinar matahari penuh sebelum ditanam ke lapangan.
Pengurangan frekuensi penyiraman menjelang penanaman merangsang proses lignifikasi jaringan batang bibit menjadi lebih berkayu dan tahan terpaan angin.
Bibit yang dipelihara di tempat sangat gelap gulita memiliki daya sintas paling tinggi saat langsung ditanam di padang savana terbuka.
Soal 13 Pilihan Ganda sedang
5 Poin
Metode perbanyakan vegetatif makro yang banyak diaplikasikan untuk memproduksi bibit klonal pohon hutan Dipterocarpaceae (Meranti) berkualitas unggul adalah teknik:
Tantangan Penalaran
5 Soal
Soal 14 Pilihan Ganda sulit
5 Poin
Sebuah petak tegakan hutan tanaman jati (Tectona grandis) seluas 5 hektar ditanam pada jarak tanam 3 m x 3 m. Pada saat tegakan berumur 10 tahun, akan dilakukan penjarangan pertama dengan intensitas penebangan penjarangan sebesar 30% dari populasi pohon yang ada. Jika faktor persentase hidup pohon sebelum penjarangan adalah 90%, berapakah jumlah pohon jati yang harus ditebang dalam kegiatan penjarangan tersebut?
Soal 15 Pilihan Ganda Kompleks sulit
5 Poin
Kebakaran hutan rawa gambut di Indonesia memiliki karakteristik khusus yang sangat berbeda dengan kebakaran hutan tanah mineral. Manakah dua karakteristik khas kebakaran lahan gambut? (Pilih dua karakteristik)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Soal 16 Benar / Salah sulit
5 Poin
Tentukan Benar atau Salah analisis ekologi tahapan suksesi sekunder pasca perladangan berpindah di hutan tropika!
Tentukan apakah setiap pernyataan di bawah ini Benar atau Salah!
Pernyataan Benar Salah
Fase awal suksesi sekunder ditandai oleh kolonisasi spesies pionir herba dan semak intoleran naungan yang cepat menyebar melalui biji terbawa angin.
Pohon-pohon pionir seperti jenis Macaranga (mahang) dan Trema orientalis mendominasi kanopi menengah sebelum digantikan oleh spesies klimaks Dipterocarpaceae.
Klimaks hutan primer akan langsung tercapai secara instan dalam tempo 24 jam setelah tanah hutan terbakar hangus.
Soal 17 Pilihan Ganda sulit
5 Poin
Dalam evaluasi mutu fisiologis benih pohon hutan mahoni (Swietenia macrophylla), dilakukan uji viabilitas cepat secara biokimia menggunakan larutan garam Tetrazolium (2,3,5-triphenyl tetrazolium chloride / TTC). Prinsip dasar pengujian viabilitas dengan Tetrazolium ini adalah:
Soal 18 Pilihan Ganda Kompleks sulit
5 Poin
Untuk menjaga keaslian genetik dan viabilitas populasi pohon langka (seperti kayu ulin / Eusideroxylon zwageri dan gaharu / Aquilaria microcarpa), manakah dua strategi konservasi genetik yang paling tepat? (Pilih dua strategi)
Centang semua pilihan yang kamu anggap benar!
Sudah Selesai Mengerjakan?

Pastikan semua soal telah kamu jawab sebelum melihat skor dan pembahasan.

Nomor Soal
0 / 18
• Belum • Terjawab • Ragu
Ke Atas Soal
Tes Kemampuan Akademik SMK/MAK • Kehutanan Gratis & Otomatis