Selamat datang di modul Metode Intervensi Pekerjaan Sosial, Manajemen Kasus, dan Rehabilitasi Sosial pada mata pelajaran Pekerjaan Sosial SMK/MAK!
1. Tahapan Proses Intervensi Generik
- Engagement, Intake & Kontrak: Membangun kontak awal, menjalin hubungan saling percaya (rapport), mengidentifikasi masalah, dan menyepakati kontrak kerja pertolongan.
- Asesmen Sosial: Penggalian mendalam mengenai masalah, kebutuhan, potensi kekuatan (strengths-based assessment), menggunakan instrumen Genogram (pohon silsilah keluarga 3 generasi) dan Eco-Map (peta jejaring relasi sosial klien dengan lingkungan).
- Perencanaan Intervensi (Planning): Menetapkan tujuan terukur (SMART) dan strategi tindakan bersama klien.
- Pelaksanaan Intervensi (Intervention): Direct practice (konseling suportif, pelatihan keterampilan) dan Indirect practice (menghubungkan ke sumber bantuan, advokasi).
- Evaluasi: Menilai efektivitas ketercapaian tujuan intervensi.
- Terminasi: Pengakhiran relasi pertolongan saat tujuan tercapai secara tuntas atau transfer rujukan (referral).
2. Tiga Level Metode Praktik Pekerjaan Sosial
- Level Mikro (Social Casework): Intervensi tatap muka langsung berfokus pada individu dan keluarga inti.
- Level Mezo (Social Group Work): Intervensi melalui dinamika kelompok kecil (kelompok terapi, self-help group, kelompok dukungan sebaya / peer support).
- Level Makro (Community Organization / Development): Pemberdayaan masyarakat luas, advokasi kebijakan sosial, aksi sosial, dan perencanaan komunitas.