Selamat datang di modul Sinematografi, Tata Kamera, Operasional Lensa, dan Pencahayaan Sinematik pada mata pelajaran Broadcasting dan Perfilman SMK/MAK! Modul ini mengacu pada standar produksi audio visual dan sinema profesional industri perfilman modern.
1. Segitiga Eksposur Sinematik & Shutter Rule
- Aperture (F-Stop): Bukaan diafragma lensa. Nilai f-stop kecil (misal f/1.8) menghasilkan bukaan lebar, cahaya banyak masuk, dan kedalaman bidang sempit (shallow depth of field/bokeh).
- Shutter Rule (180 Degree Shutter Rule): Untuk menghasilkan motion blur alami seperti mata manusia, kecepatan rana (shutter speed) harus dipatok 2x frame rate (misal 24 fps = 1/48 atau 1/50 detik).
- ISO / Base Native ISO: Sensitivitas sensor digital. Menggunakan base ISO sensor kamera menjaga dynamic range tertinggi dan meminimalkan digital noise.
2. Teknik Dasar Three-Point Lighting
- Key Light: Sumber cahaya utama penentu eksposur subjek, biasanya diposisikan 45 derajat dari sumbu kamera.
- Fill Light: Cahaya pengisi untuk melembutkan bayangan pekat yang dihasilkan key light, ditempatkan di sisi berlawanan.
- Back Light (Hair/Rim Light): Cahaya dari belakang subjek untuk memisahkan siluet subjek dari latar belakang sehingga tercipta kedalaman ruang 3D.