Selamat datang di modul Permesinan Bantu Kapal Niaga dan Prosedur Darurat pada kejuruan Teknika Kapal Niaga SMK/MAK!
1. Boiler & Mesin Kemudi Kapal
- Ketel Uap Bantu (Boiler): Menghasilkan uap bertekanan (6-16 bar) untuk memanaskan tangki HFO, viscotherm, pemanas kabin, dan dapur. Saat kapal berlayar penuh, uap diproduksi oleh Economizer / Exhaust Gas Boiler memanfaatkan gas buang mesin induk tanpa menyalakan burner minyak. Pengujian air ketel mengontrol pH (9,5 - 11,0), alkalinitas, klorida, dan senyawa peredam oksigen (hidrazin/sulfit) pencegah korosi lubang (pitting).
- Mesin Kemudi Elektro-Hidrolik: Sistem 2 atau 4 ram hidrolik yang digerakkan oleh pompa hidrolik bertekanan (Hele-Shaw atau swash plate pump). Dilengkapi sistem kemudi darurat lokal di ruang mesin kemudi (steering gear flat) yang dapat dikendalikan langsung menggunakan kendali tuas manual bila terjadi kegagalan telemotor anjungan.
2. OWS 15 ppm & Fresh Water Generator
- OWS (Oily Water Separator): Memisahkan minyak dari air bilga menggunakan pelat koaleser gravitasi (tahap 1) dan filter kartrid adsorpsi (tahap 2). Sensor Oil Discharge Monitoring (15 ppm bilge alarm) secara otomatis mengaktifkan 3-way valve untuk membelokkan air kembali ke bilge holding tank jika kandungan minyak melebihi 15 ppm.
- Fresh Water Generator (FWG): Penguapan air laut pada kondisi vakum tinggi (vakum 90-95%) sehingga air laut mendidih pada suhu rendah (40-45°C) memanfaatkan panas mantel pendingin jaket mesin induk (jacket water 75-80°C). Salinometer memantau kadar garam air suling distilat (< 10 ppm).