Selamat datang di modul Pengelolaan Limbah, Pupuk Organik Hayati, dan Bioenergi pada kejuruan Usaha Pertanian Terpadu SMK/MAK!
1. Bioproses Pengomposan Aerobik
- Rasio C:N Ideal: 25:1 hingga 30:1 pada awal pengomposan. Bahan kaya C (serbuk gergaji, jerami, sekam) dipadukan dengan bahan kaya N (kotoran sapi/ayam, ampas tahu).
- Fase Suhu: Fase Mesofilik awal (20-40°C) -> Fase Termofilik (50-65°C, membunuh biji gulma dan bakteri patogen Salmonella/E. coli) -> Fase Pendinginan dan Pematangan (C/N turun < 20, bau tanah humus segar, warna hitam kecokelatan).
2. Teknologi Biodigester & Bioenergi Biogas
- Tahapan Pembentukan Biogas Anaerobik:
- Hidrolisis: Pemecahan polimer organik menjadi monomer sederhana oleh bakteri hidrolitik.
- Asidogenesis: Pembentukan asam lemak volatil (VFA) dan alkohol.
- Asetogenesis: Pengubahan VFA menjadi asam asetat, H2, dan CO2.
- Metanogenesis: Produksi gas Metana (CH4 55-70%) dan CO2 (30-40%) oleh archaea metanogen (Methanobacterium). pH digester ideal 6,8 - 7,4.
- Bioslurry: Lumpur efluen kaya hara dan mikroba bermanfaat yang keluar dari tangki outlet digester, sangat unggul sebagai pupuk organik cair dan padat.