Selamat datang di modul Penanganan Muatan, Stabilitas Kapal Niaga, dan MARPOL 73/78 pada kejuruan Nautika Kapal Niaga SMK/MAK!
1. Penanganan Muatan & Teori Stabilitas
- Istilah Muatan:
- Stowage Factor (SF): Volume ruangan palka (dalam m³ atau cu.ft) yang dibutuhkan oleh 1 ton muatan.
- Broken Stowage (BS): Ruang palka yang hilang/tidak terisi muatan akibat bentuk muatan yang tidak teratur, celah antar peti kemas, atau pemasangan dunnage (ganjal kayu). Persentase BS = [(Volume Palka - Volume Bersih Muatan) / Volume Palka] x 100%.
- Kriteria Stabilitas Utuh IMO (Intact Stability Code 2008):
- Luas area di bawah kurva GZ hingga 30° minimal 0,055 meter-radian.
- Luas area di bawah kurva GZ hingga 40° minimal 0,090 meter-radian.
- Luas area di bawah kurva GZ antara 30° dan 40° minimal 0,030 meter-radian.
- Lengan penegak GZ maksimum harus berada pada sudut oleng minimal 25° (sebaiknya > 30°) dan nilai GZ minimal 0,20 meter pada sudut >= 30°.
- Tinggi metasenter awal (GM0) minimal 0,15 meter.
2. Enam Annex Konvensi MARPOL 73/78
- Annex I: Pencegahan Pencemaran oleh Minyak (OWS 15 ppm, Oil Record Book).
- Annex II: Pengendalian Pencemaran Zat Cair Beracun dalam Bentuk Curah (Noxious Liquid Substances / NLS).
- Annex III: Pencegahan Pencemaran oleh Barang Berbahaya dalam Bentuk Kemasan (IMDG Code).
- Annex IV: Pencegahan Pencemaran oleh Kotoran Sanitasi dari Kapal (Sewage Treatment Plant).
- Annex V: Pencegahan Pencemaran oleh Sampah dari Kapal (Larangan total pembuangan plastik ke laut, Garbage Record Book).
- Annex VI: Pencegahan Pencemaran Udara dari Kapal (Batas emisi sulfur SOx global 0,50%, NOx Tier III, EEDI/CII).